TribunMedan/
Home »

Cetak

Edisi Cetak Tribun Medan

Reza Laporkan Wakil Direktur RSUD Deliserdang, Karena Lakukan Ini di Ruang Poliklinik

Wakil Direktur II RSUD Deliserdang, dr Asriluddin Tambunan SpPD yang akrab disapa dokter Aci dilaporkan

Reza Laporkan Wakil Direktur RSUD Deliserdang, Karena Lakukan Ini di Ruang Poliklinik
Tribun Medan/Indra
Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan memberi ucapan selamat kepada keponakannya dr Asriluddin Tambunan SpPD (kacamata) yang dilantiknya menjadi Wakil Direktur RSUD Deliserdang beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.COM, PAKAM -Wakil Direktur II RSUD Deliserdang, dr Asriluddin Tambunan SpPD yang akrab disapa dokter Aci dilaporkan ke Polres Deliserdang oleh bawahannya, Reza Muhammad Haris (19).

Keponakan Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan itu dilaporkan atas dugaan tindak pidana penganiayaan sesuai STPL 701/XI/2017/SU/RES DS pada 10 November 2017. Kasus ini pun sedang diproses kepolisian.

Saat dikonfirmasi Reza yang merupakan Tenaga Kerja Sukarela (TKS/sering disebut honorer) menilai kalau tindakan yang diperbuat atasannya itu kepadanya sangat semena-mena.

Ia menceritakan, penganiayaan dirinya terjadi di ruangan poliklinik penyakit dalam.

Mahasiswa semester pertama, Triguna Darma ini menyebut telah mendapat persetujuan dari orangtuanya sebelum melapor ke polisi.

"Saya ditamparnya, kerah bajuku diangkatnya sampai saya jinjit. Saksinya banyak karena ada pasien juga yang melihat. Selain itu juga ada anak koas dan teman saya. Dia juga ngajak berantam saat itu, tapi aku diam aja. Dimaki-maki juga sama dia, dibilangnya sama aku binatang kau ya. Ada juga dibilangnya, kau tau ta*k, binatang kau ya," ujar Reza.

Terpisah, dr Asriluddin Tambunan SpPD enggan berkomentar saat ditanya seputar peristiwa penganiayaan yang diceritakan Reza.

Namun anak mantan Bupati Deliserdang, almarhum Amri Tambunan ini berencana melaporkan balik bawahannya itu karena merasa nama baiknya menjadi tercemar.

"Saya mau laporkan dia balik, pencemaran nama baik. Liat nantilah waktunya. Saksi-saksi aja yang ngomong. Gak usahlah (berkomentar). Yang penting saya itu berbuat untuk pasien, kalau saksi banyak, ada keluarga pasien juga pun," kata Aci.

Sebelumnya, Reza menceritakan, masuk ke dalam ruangan poliklinik penyakit dalam karena adanya panggilan dari dr Aci yang disampaikan pihak lain. Menurutnya, saat itu sebenarnya ada tiga orang yang disuruh menghadap, namun hanya ia dan temannya Hendry yang masuk ke dalam ruangan.

Di dalam ruangan saat itu Aci marah-marah lantaran ada rekam medik pasien/status yang mendaftar via sms tidak mereka temukan.

"Waktu masuk ke dalam ruangan itu, ditanya kenapa gak dicari status (pasien) via sms itu. Saya sebenarnya gak ada jawab, malah teman saya yang jawab. Ia dok sudah saya cari katanya tapi gak ketemu. Marah-marah dia, dibilangnya kan sudah dua kali kalian menghadap saya kan?, jangan suka-suka kau aja kerja di sini. Lalu saya jawab, pelannya saya bilang 'suka-suka dimana dok?'. Langsung bangkit dia dari tempat duduknya, ditamparnya aku. Dibilangnya 'kamu nantang saya ya?', cuma aku diam aja. Saya pun sudah disuruh dipindahkannya ke bagian cleaning service," kata Reza.

Ia menerangkan pasien yang ingin kontrol di RSUD Deliserdang ini bisa mendaftar sebelumnya melalui sms. Dalam sms itu pasien wajib menuliskan nama, nomor rekam medik pasien dan poliklinik yang dituju. Ini dibuat agar antrian tidak menumpuk.

"Perkiraan kami mengapa rekam medik pasien yang dimaksud sama dia (Aci) itu gak kami temukan karena baru pulang opname. Udah dicari di ruang rekam medik sebenarnya tapi gak ketemu. Bisa saja itu masih dipinjam sama orang ruangan, sedang di input sama BPJS dan diinput sama rawat inap. Kalau kami sudah cari, cuma memang ada sebagian yang gak ketemu," ucap Reza. (dra)

Apa komentar Direktur RSUD Deliserdang, dr Hanip Fahri SpKJ perihal laporan Reza terhadap Wakil Direktur II RSUD Deliserdang, dr Asriluddin Tambunan SpPD? Baca Selengkapnya di harian Tribun Medan

Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help