TribunMedan/

Tiga Siswi Jadi Korban Pelecehan, Perhimpunan Siswa Ini Malah Bela Guru Datangi Mapolres

Lebih dan kurang 200 siswa Sekolah Bintang Timur, dikomandoi para alumninya kembali menggelar

Tiga Siswi Jadi Korban Pelecehan, Perhimpunan Siswa Ini Malah Bela Guru Datangi Mapolres
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Suasana saat ratusan Siswa mendatangi Mapolres Siantar 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Sekitar 200 siswa Sekolah Bintang Timur, dikomandoi para alumninya kembali menggelar aksi protes.

Mereka mendatangi Mapolres Pematangsiantar lagi, terkait ditetapkannya oknum guru komputer, Tulus Marbun sebagai tersangka dan dilakukan penahanan, Senin (13/11/2017).

Para siswa dan siswi menggelar demo dengan membawa karton spanduk bertuliskan tuntutan dan dukungan, agar Tulus Marbun dibebaskan.

Ratusan siswa dan siswi ini masih mengenakan seragam sekolah dan memaksa masuk hingga ke halaman dalam sekolah.

"Bebaskan Pak TM. Pak TM gak salah. Pk TM gak cabul. Kembalikan nama baik sekolah kami. Kami sayang Pak TM," teriak para siswa diiringi Hymne Pahlawan Tanda Jasa.

Koordinator Lapangan, Zetha Sianipar menuding kinerja kepolisian tidak adil dengan penetapan TM sebagai tersangka.

Katanya, ada kejanggalan dalam penyelidikan, penyidikan hingga menetapkan tersangka.

"Kami dengan tegas dari perhimpunan siswa siswi dan Alumni SMK Swasta Bintang Timur menyatakan Bapak TM tidak melakukan pencabulan. Laboratorium komputer tempat kejadian tidak mungkin menjadi tempat pencabulan, pihak yang mengaku korban dikatan trauma, padahal yang kami lihat tidak trauma. Seperti yang dikatakan media massa bahwa pihak yang mengaku korban telah memeras Bapak TM dengan uang 10 miliar," kata Zetha.

Penyidik, Darwin yang menerima aksi demonstrasi, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sesuai hukum. Ia menjelaskan bagaimana proses TM dilaporkan siswi yang menjadi korbannya.

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help