TribunMedan/

Ratusan Siswa SMK Bintang Timur Protes Penahanan Guru

Sekitar 200 siswa Sekolah Bintang Timur yang dikomandoi para alumninya kembali menggelar aksi protes di Mapolres Pematangsiantar, Senin (13/11)

Ratusan Siswa SMK Bintang Timur Protes Penahanan Guru
Tribun Medan / Dedy Kurniawan
Ratusan Siswa SMK Bintang Timur menggeruduk Polres Pematangsiantar, mereka protes guru komputer mereka ditahan dalam kasus cabul terhadap siswinya. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Sekitar 200 siswa Sekolah Bintang Timur yang dikomandoi para alumninya kembali menggelar aksi protes di Mapolres Pematangsiantar, Senin (13/11), terkait ditetapkannya oknum guru komputer, TM  sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.

Para siswa dan siswi menggelar demo dengan membawa karton spanduk bertuliskan tuntutan dan dukungan, agar TM dibebaskan. Ratusan siswa dating dengan mengenakan seragam sekolah dan memaksa masuk hingga ke halaman dalam Mapolres. 

"Bebaskan Pak TM. Pak TM gak salah. Pk TM gak cabul. Kembalikan nama baik sekolah kami. Kami sayang Pak TM," teriak para siswa diiringi Hymne Pahlawan Tanda Jasa. 

Koordinator Lapangan, Zetha Sianipar menuding kinerja kepolisian tidak adil dengan penetapan TM sebagai tersangka. Katanya, para siswa melihat ada kejanggalan dalam penyelidikan, penyidikan hingga menetapkan tersangka. 

Baca: Gurunya Cabuli Tiga Siswi, Ratusan Pelajar Malah Minta Tulus Marbun Dibebaskan

"Kami dari Perhimpunan Siswa-siswi dan Alumni SMK Swasta Bintang Timur dengan tegas menyatakan Bapak TM tidak melakukan pencabulan. Laboratorium komputer tempat kejadian, tidak mungkin melakukan tempat pencabulan. Pihak yang mengaku korban dikatan trauma, padahal yang kami lihat tidak trauma, seperti yang dikatakan media massa bahwa pihak yang mengaku korban telah memeras Bapak TM dengan uang 10 miliar," kata Zetha.

Penyidik, Darwin yang menerima aksi demonstrasi, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sesuai hukum. Ia menjelaskan bagaimana proses TM dilaporkan siswi yang menjadi korbannya. Ia juga menjelaskan penetapan tersangka TM sesuai keterangan saksi.

"Kami bekerja sesuai hukum dan semua diatur dalam Undang-undang. Kami sudah jelaskan bahwa guru kalian dilaporkan dan sudah ada laporan korban, kami juga memeriksa saksi-saksinya," jelas Darwin. 

Baca: Polres Ini Dalami 2 Kasus Video Cabul, 1 Video Pensiunan PNS Sedang Begituan di Warung

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Pematangsiantar, Ipda Herli Damanik menjelaskan TM ditahan sesuai laporan siswinya. Selain itu, sejumlah saksi juga sudah diperiksa. 

"Kami sudah memeriksa, langsung ke TKP. Kita juga memeriksa saksi-saksi, termasuk kepala sekolahnya. Untuk kebenaran TM bersalah atau tidak itu nanti di persidangan. Hasil pemeriksaan saksi korban, pelaku melakukan cabul dengan meletakkan tangannya dekat kursi dari samping, lalu tangannya bergerak-gerak ke payudara si korban," jelas Herli Damanik, Senin (13/11) 

TM yang sudah mengajar selama lima tahun di SMK Bintang Timur dilaporkan telah melecehkan tiga siswinya, yakni VS (16), AS (16) dan RS. Tak sekali, TM acap meraba-raba bagian dada siswinya di saat praktik komputer.(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help