TribunMedan/

Satpol PP Butuh Anggaran Rp 1,6 Miliar untuk Bongkar Puluhan Papan Reklame di Zona Terlarang

Selain tidak memiliki izin, pembongkaran papan reklame dilakukan karena lokasi papan reklame didirikan masuk dalam 13 ruas zona terlarang.

Satpol PP Butuh Anggaran Rp 1,6 Miliar untuk Bongkar Puluhan Papan Reklame di Zona Terlarang
Tribun Medan / Array
Petugas Satpol PP Kota Medan merubuhkan papan reklame yang ada di Jl Uskup Agung Medan. Pembongkaran dilakukan karena papan reklame berada di zona larangan, Rabu (21/3/2017). (Tribun Medan / Array) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Satpol PP Kota Medan melanjutkan kembali pembongkaran papan reklame reklame bermasalah di Kota Medan.

Selain tidak memiliki izin, pembongkaran papan reklame dilakukan karena lokasi papan reklame didirikan masuk dalam 13 ruas zona terlarang.

Selain menurunkan 60 personel Satpol PP, pembongkaran ini juga didukung 15 petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, jajaran kecamatan sebanyak 15 petugas serta didukung 60 personel dari Polrestabes Medan.

Baca: Pengusaha Papan Reklame Jangan Membandel, Satpol PP Medan Akan Bertindak Tegas

Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan mengatakan, pada Senin (13/11) pembongkaran yang dilakukan di Jalan Balai Kota simpang Jalan Raden Saleh dilakukan.

Sedangkan Selasa (14/11) pembongkaran dilakukan di depan Centre Point Medan.

"Untuk papan reklame yang di Jalan Juanda, pembongkaran kita lakukan karena tidak memiliki izin. Sepanjang tahun 2017 ini kita sudah bongkar puluhan papan reklame. Data lengkapnya nanti saya lihat dulu ya,"kata Sofyan, Selasa (14/11).

Baca: BIKIN HEBOH! Warga Temukan Potongan Tubuh Manusia di Pinggir Sungai Tembung

Khusus untuk papan reklame bermasalah di jalan Balai Kota simpang Jalan Raden Salen, Sofyan mengatakan, merupakan pembongkaran yang kedua kalinya dilakukan.

Dikatakannya, sekitar dua Minggu lalu, pihaknya juga telah melakukan pembongkaran.

"Ternyata pemilik papan reklame kembali mendirikannya sehingga kita bongkar kembali,"tegasnya.

Ia pun menambahkan, penertiban akan terus dilakukan hingga Desember 2017.

"Semua yang kita tertibkan kan ada anggaran untuk itu. Sepanjang tahun 2017 ini, dalam penertiban anggaran tahun ini, sebanyak Rp 1,6 miliar. Itu sudah untuk sewa alat, untuk konsumsi dan honor petugas. Sampai akhir tahun ini, akan kita tertibkan sampai habis tahun anggaran. Sampai Desember inilah," pungkasnya.(*)

Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help