TribunMedan/
Home »

Cetak

Baca Edisi Cetak Tribun Medan

Perampok Bunuh Korbannya, Baju dan Topi Pelaku Ketinggalan di Ruang Tamu

Richard disebut-sebut memergoki pria itu mencuri di rumah orangtuanya, Jalan Lintas Sumatera, Tanjungmorawa

Perampok Bunuh Korbannya, Baju dan Topi Pelaku Ketinggalan di Ruang Tamu
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Orangtua korban Boru Sitorus menangis, kondisinya masih trauma setelah melihat kondisi luka bacok anaknya pascaperampokan dikediamanya di Tanjung Morawa, Deliserdang, Sumatera Utara, Selasa (14/11). Pihak kepolisian setempat masih mendalami peristiwa perampokan tersebut yang menyebabkan Ricahrd Fanes meninggal dunia. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Richard Vanes Pakpahan (16) siswa SMA Roma Katolik (RK) Serdang Murni, Lubukpakam, Deliserdang, meninggal kena bacok pria, yang diduga kerabat orangtuanya.

Richard disebut-sebut memergoki pria itu mencuri di rumah orangtuanya, Jalan Lintas Sumatera, Tanjungmorawa, Deliserdang, Selasa (14/11/2017).

Awalnya, Richard, yang mengalami luka di leher dibawa ke Rumah Sakit GL Tobing Tanjungmorawa.

Namun, pihak GL Tobing merujuk Richard ke Rumah Sakit Pirngadi Medan. Nyawa remaja tersebut pun tidak tertolong.

Ia meninggal dunia sekitar pukul 20.30 WIB akibat luka bacok pada bagian leher.

Menurut dokter jaga UGD, yang menangani Richard, dr Triase, kondisi korban sudah kejang-kejang saat tiba di RS Pirngadi.

Petugas mengumpulkan barang bukti pascaperampokan salah satu rumah di Tanjung Morawa, Deliserdang, Sumatera Utara, Selasa (14/11/2017). Pihak kepolisian setempat masih mendalami peristiwa perampokan tersebut yang menyebabkan Ricahrd Fanes meninggal dunia.
Petugas mengumpulkan barang bukti pascaperampokan salah satu rumah di Tanjung Morawa, Deliserdang, Sumatera Utara, Selasa (14/11/2017). Pihak kepolisian setempat masih mendalami peristiwa perampokan tersebut yang menyebabkan Ricahrd Fanes meninggal dunia. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Tim dokter langsung melakukan penanganan awal. "Kondisi korban memang sudah sekarat. Kita lakukan pompa jantung manual, tapi nyawanya tak tertolong," ujar Triase.

Setelah dinyatakan meninggal, pihak keluarga membawa jenazah Richard pulang menggunakan ambulans RS GL Tobing.

Pembacokan terhadap Richard diperkirakan terjadi pukul 18.00 WIB. "Kaus warna merah itu, punya pelaku Pak, begitu juga topi yang tertinggal di ruang tengah. Saya tadi di dapur saat pembacokan itu," ujar Ibu Richard, Boru Sitorus, saat ditanya dua penyidik berpakaian preman di rumah tetangganya.

Setelah itu, penyidik, yang mengenakan kemeja putih membawa Boru Sitorus ke rumahnya. Ia bersama seorang warga diinterogasi tiga penyidik di ruang tamu. Beberapa penyidik lainnya berdiri di pelataran rumah.

Halaman
123
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help