TribunMedan/

NEWS VIDEO

Kronologi Ibu dan Bayinya Berumur 2 Hari Diduga Tewas Akibat Asap Perapian

Hotman adalah pemilik akun facebook Pds Rinabalok yang menginformasikan peristiwa ini di media sosial.

Kronologi Ibu dan Bayinya Berumur 2 Hari Diduga Tewas Akibat Asap Perapian
Istimewa
Orangtua Rosita dan suaminya (pakai ikat kepala) menangisi jasad mendiang dan bayinya 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kisah tragis ibu dan bayinya berumur dua hari tewas diduga akibat asap arang perapian (dalam bahasa Batak disebut pandadangan) sedikit demi sedikit terungkap.

Hotman Sitinjak, paman korban, yang dikontak tribun-medan.com melalui messenger Sabtu (18/11/2017) menjelaskan, kronologi peristiwa memilukan ini.

Hotman adalah pemilik akun facebook Pds Rinabalok yang menginformasikan peristiwa ini di media sosial.

Ia mengatakan ponakannya, Rosida Ambarita (31) melahirkan kelima di bidan Kamis (16/11/2017).

Jumat (17/11/2017) pagi, Rosida dan bayinya dibawa ke rumah. Nah seperti biasa, ibu yang baru bersalin akan diberi perapian untuk menghangatkan terutama di malam hari.

Sedangkan suami Rosida Ambarita, Ramses Manullang tidur di luar kamar timur.

Ramses bangun Sabtu (18/11/2017) pagi sekitar pukul 04.00, istrinya ditemukan dalam keadaan tergeletak tapi masih bernafas.

Sedangkan si bayi ditemukan ditempat tidur sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Keluarga memanggil bidan untuk memberikan pertolongan, namun sudah terlambat. Rosita ditanyakan sudah meninggal dunia?

Lantas dari mana disimpulkan asap arang sebagai pencabut nyawa Rosita dan bayinya?

Halaman
12
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help