News Video

Polres Simalungun Ungkap Sindikat SIM Palsu Para Sopir Travel KNIA, Alasan Tak Mau Ribet

"Sindikat SIM palsu kembali terungkap pas saat kami menggelar Ops Zebra. Mereka ini sopir-sopir Travel yang ada di KNIA"

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, RAYA - Sindikat pembuat dan pemakai Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu terungkap lagi. Kali ini, setelah Kepolisian Resort Simalungun menggelar Operasi Zebra Toba 2017, sebelumnya Dirkrimum Polda Sumut telah mengungkap praktik pembuat SIM palsu belum lama ini.

"Sindikat SIM palsu kembali terungkap pas saat kami menggelar Ops Zebra. Mereka ini sopir-sopir Travel yang ada di KNIA. Tertangkap ketahuan saat dirazia di Nagori Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan Simlaungun," kata Kapolres Simlaungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan didampingi Kasta Lantas AKP Hemdri Barus dan Kasat Reskrim AKP Damos Aritonang, Minggu (19/11/2017).

Baca: Saat 10 Orang Dokter IDI Tes Kesehatan Setya Novanto, Loh Kok Jadi Pikun Begini?

Atas temuan ini, Polres Simlaungun mengamankan M Khalik (28) selaku sopir, warga Jalan Dharma Kompleks Anugerah Asri No 22 Kecamatan Medan Johor. Khalik terbukti memakai SIM palsu yang dibuat Juli 2017 dengan masa aktif selama satu tahun.

"Pelaku ini SIM A Umumnya dibuat pada masa saya menjabat, tapi tanda tangannya atas nama Kapolres sebelum saya, M Fajar Agus saya beberapa periode lalu, dengan hara Rp 500 ribu, Pelaku dikenakan pasal 263 ayat 2," kata Liberty.

Setelah mengamankan pengemudi Innova ini, petugas Reskrim melakukan pengembangan, alhasil dua pelaku lain, yakni pembuat dan penjual SIM Palsu diamankan di kawasan Medan, tak jauh dari lokasi penggerebekan yang dilakukan Dirkrimum Polda Sumut.

"Barang bukti ditemukan komputer dan alat print SIM Palsu," jelas Kasat Reskrim AKP Damos.

"Pelaku mengaku tidak mau ribet, dan mereka memesan dengan cara dibroadcast satu per satu oleh penjualnya," imbuhnya

Sebelumnya, Kepolisian Resort Simalungun merangkum jumlah tindakan langsung (Tilang) terhadap pengendara bermotor selama Operasi Zebra Toba 2017. Kapolres Simalungun menyampaikan bahwa sebanyak 4.221 warga ditilang, saat temu pers di Asrama Polisi, Jalan Sangnawaluh.

"Selama Operasi Zebra Toba 2017 sebanyak 4.221 ditilang. Ops ini dalam rangka menekan angka kecelakaan lalu lintas. Pada tahun 2016 jumlah laka lantas sebanyak lima kejadian, tahun ini menurun dengan tiga kejadian. Kamseltibcarlantas aman dan lancar," jelas kapolres.

Dijelaskan Marudut, bahwa pihaknya tidak ada melakukan 'Damai' dengan pengemudi yang melanggar peraturan selama Ops Zebra 2017, sejak 1 November hingga 14 November. 4.221 yang ditilang langsung membayar denda dengan sistem E-Tilang.

"Jumlah tilang di Simalungun terbanyak kedua setelah Polrestabes Medan (5.757) di jajaran Polda Sumut. Polres Simalungun tercatat 100 persen menerapkan E-Tilang. Tidak ada damai-damai atau bayar di tempat, yang melanggar langsung membayar memakai sistem E-Tilang ke Bank atau pakai ATM," jelas kapolres.

Informasi Satlantas Polres Simalungun dihimpun tribun-medan.com, periode April hingga Juni jumlah meninggal dunia sebanyak 22 orang, luka berat 8 orang, luka ringan 49 orang dengan total kerugian materil Rp 129 juta.

Periode Juli hingga Oktober, meninggal dunia 22 orang, luka berat 23 orang, luka ringan 104 orang dengan total kerugian materil Rp 349.650.000. Dan ada 208.243.000 jumlah denda tilang. (Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help