TribunMedan/

Hakim yang Sidangkan Kasus Ekstasi Bertindak Arogan, Begini Penjelasan Humas PN Medan

“Sebenarnya kalau 10 orang pun hakimnya yang menyidangkan tak apa-apa itu,” ujar Dominggus.

Hakim yang Sidangkan Kasus Ekstasi Bertindak Arogan, Begini Penjelasan Humas PN Medan
Tribun Medan/Mustaqim
Dua majelis hakim menyidangkan agenda tuntutan dalam perkara kepemilikan 130 butir pil ekstasi di Ruang Tirta PN Medan, Rabu (22/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Azis Husein Hasibuan

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan, Erintuah Damanik menyatakan kalimat ucapan majelis hakim Dominggus Silaban dinilai arogan.

Sebelumnya, Dominggus Silaban yang bertindak sebagai majelis hakim ketua kepergok memimpin sidang hanya dengan dua majelis hakim.

Dominggus dan Aimafni Arli sebagai hakim anggota saat itu membuka sidang tuntutan Sarpin Panggabean, terdakwa kepemilikan 130 butir pil ekstasi di Ruang Tirta lantai 2 PN Medan, Rabu (22/11/2017) kemarin.

Merasa terusik sidangnya diintip wartawan, hakim berkumis ini menjawab dengan lantang.

“Sebenarnya kalau 10 orang pun hakimnya yang menyidangkan tak apa-apa itu,” ujar Dominggus.

Baca: Banyak Persidangan, Hanya Dua Hakim Sidangkan Terdakwa Pemilik 130 Butir Ekstasi

Menyikapi hal ini, Humas PN Medan Erintuah Damanik angkat bicara.

"Dalam memberi jawaban haruslah tidak menimbulkan sakit hati bagi yang menanya. Selain itu, dia (Dominggus Silaban) tidak seharusnya memberikan jawaban yang arogan seperti itu," kata Erintuah, Kamis (23/11/2017).

Menurut Erintuah, Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan sudah berkali-kali menegaskan agar hakim bekerja profesional dan sesuai aturan yang ditetapkan.

Baca: Miliki 130 Butir Ekstasi, Sarpin Dituntut 13 Tahun penjara

"Seyogianya enggak harus dua majelis. Hakim harus profesional sesuai arahan Ketua PN Medan. Pak Ketua sudah sering mengingatkan namun masih ada saja yang melanggar. Ini akan saya sampaikan ke ketua," ucap Erintuah.

Dari informasi yang dihimpun Tribun, Dominggus merupakan hakim yang baru sebulan bertugas di PN Medan pindahan dari PN Rantauparapat.

Ia memang dikenal sebagai hakim yang arogan. Bahkan, Domingus dianggap kurang bersosialisasi.

"Kalau ada yang kemalangan pun untuk dikutip uang sumbangan, selalu mengelak bilang gak punya uang," ucap majelis hakim yang tak mau disebut namanya.(*)

Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help