Pemerintah Arab Saudi Tegaskan Larangan Selfie di Masjidil Haram

Jemaah haji dan umrah tidak diperbolehkan berfoto atau mengambil gambar di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Pemerintah Arab Saudi Tegaskan Larangan Selfie di Masjidil Haram

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA- Jemaah haji dan umrah tidak diperbolehkan berfoto atau mengambil gambar di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. 

Larangan tersebut tertuang dalam nota diplomatik Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Dikutip Rabu, (22/11/2017) dari nota tersebut, pihak yang berwenang Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan instruksi berisi larangan pengambilan gambar di dalam dua masjid suci dan serambinya dengan menggunakan segala jenis bentuk dan sarana apapun.

Kementerian tersebut menghimbau untuk kiranya dapat memberikan penyuluhan mengenai hal tersebut kepada Jemaah haji dan umrah.

Sehubungan sebagian Jemaah haji dan umrahdari berbagai kewarganegaraan menaikan bendera negara mereka kemudian melakukan pengambilan gambar di dalam koridor Masjidil Haram.

Ketika ditegur dan dinasehati oleh pihak yang berwenang keamanan Masjid Haram bahwa apa yang dilakukan tersebut melanggar aturan dan instruksi, sebagian dari Jemaah berdalih untuk kenang-kenangan. Dan mengaku tidak tahu ada intruksi yang melarang pengambilan gambar tersebut.

Untuk menghindari terjadinya pelanggaran peraturan dan undang-undang oleh Jemaah haji dan umrah, dan dalam rangka menghormati kesucian dua masjid itu, dan demi terciptanya suasana ibadah bagi orang yang ada di dalam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, karena pengambilan gambar dapat menganggu dan memancing perasaan orang yang ada di dalam dua masjid tersebut.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi tersebut mengimbau Jemaah haji dan umrah diberikan penyuluhan agar tidak melakukan perbuatan itu dan menegaskan kepada para Jemaah haji dan umrah mengenai pentingnya merespon intruksi yang melarang mengambil gambar di dalam dua masjid suci dengan marea biasa, kamera televisi, kamera video atau lainnya.

Hal tersebut dalam rangka mematuhi peraturan dan undang-undang, menghargai perasaan orang-orang yang ada di dia masjid suci dan tidak melakukan perbuatan vulgar dan bersenda gurau ketika melaksanakan ibadah.

Perlu kiranya disampaikan bahwa dalam hal terjadi pelanggaran atas peraturan tersebut, pihak keamanan menerima instruksi untuk menyita film hasil jepretan dan kamera jika diperlukan. Sehingga diharapkan hal tersebut untuk dipatuhi. (*)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved