HORE! Kereta Api Kuala Tanjung-Sei Mangke Rampung Maret 2018

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat melakukan pemantauan pembangunan rel kereta api Kuala Tanjung-Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke

HORE! Kereta Api Kuala Tanjung-Sei Mangke Rampung Maret 2018
Tribun Medan/Royandi
Menteri Perhubungan, Budi Karya Samadi saat memantau pembangunan rel kereta api Kuala Tanjung-Kek Sei Mangke, Jumat (24/11/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com, LIMAPULUH - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat melakukan pemantauan pembangunan rel kereta api Kuala Tanjung-Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke mengutarakan bahwa pembangunan jalur ini harus rampung Maret 2018.

Perampungan ini menurutnya akan bersamaan dengan rampungnya Pelabuhan Kuala Tanjung yang akan menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia. 

"Jalur kereta api ini adalah salah satu penunjang pengembangan dari Pelabuhan Kuala Tanjung. Dengan hadirnya saya hari ini, adalah bukti bahwa kami sangat berharap pembangunan ini rampung," ujarnya, Senin (24/11/2017)

Baca: Ternyata Ada 10 Kerbau Disumbangkan Warga untuk Pesta Adat Pernikahan Bobby-Kahiyang Ayu

Untuk mencapai target ini, Balai Teknik Perkretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara sudah meminta para kontraktor untuk menambah shif kerjanya, menyikapi musim penghujan yang sudah mulai.

"Masih sesuai rencana awal. Target selesai di Maret 2018. Semua masih berproses. Diakhir 2017 ini nanti kami sudah rampung 80-90 persen untuk rel. Stasiun-stasiun pun masih dalam pembangunan," ujar Kepala Balai Teknik Perkretaapian Wilayah Sumatera Utara Amanna Gappa, di Kuala Tanjung, Jumat (24/11/2017)

Jalur kereta api yang dibangun dari Pelabuhan Kuala Tanjung hingga ke KEK Sei Manke, sepanjang 21 Km, dengan empat stasiun yaitu Stasiun Bandar Tinggi, Stasiun Tanjung Gading, Stasiun Kuala Tanjung, Stasiun Pelabuhan Kuala Tanjung.

Menurut Amanna Gappa, dengan adanya pembangunan jalur kreta api ini memberikan manfaat penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, waktu tempuh singkat, dan sharing ekonomi potensi angkutan. 

Sejauh ini kata Amanna Gappa permasalahan yang mereka hadapi dalam proses pembangunan ini adalah permasalahan pembebasan lahan yang belum rampung 230 meter persegi.

"Ada lahan warga yang masih proses pembebasan lahan. Ada yang sudah penetapan ganti rugi. Ada masih perhitungan di KJJP," ujarnya.(*)

Penulis: Royandi Hutasoit
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help