TribunMedan/

Aplikasi Mobile JKN Permudah Permohonan Layanan Kesehatan lewat Genggaman

Teranyar Aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional telah dilaunching dan terus disosialisasikan

Aplikasi Mobile JKN Permudah Permohonan Layanan Kesehatan lewat Genggaman
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pematangsiantar, Rasinta Ria Ginting (tengah) menyosialisasikan Mobile JKN Ruang Rapat lantai 3 Kantor BPJS Kesehatan Cabang Pematangsiantar, Selasa, (28/11/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - BPJS Kesehatan Cabang Pematangsiantar terus meningkatkan pelayanan untuk masyarakat. Teranyar,Aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional telah dilaunching dan terus disosialisasikan di Kota Pematangsiantar.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Pematangsiantar mensosialisasikan Mobile JKN dengan menggelar Pembinaan dan Pertemuan dengan wartawan cetak, elektronik dan online, bertempat di Ruang Rapat lantai 3 Kantor BPJS Kesehatan Cabang Pematangsiantar, Selasa, (28/11/2017)

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pematangsiantar Rasinta Ria Ginting mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan memberikan informasi terhadap sejumlah program BPJS Kesehatan guna tercapainya Universal Health Coverage paling lambat 1 Januari 2019.

Rasinta berujar, bahwa diluncurkannya aplikasi Mobile JKN yaitu akses pelayanan dalam genggaman, yang bertujuan memudahkan Peserta JKN untuk mendapatkan informasi mengenai kepesertaannya,terdapat empat menu utama, yaitu Menu Peserta, Menu Tagihan, Menu Pelayanan dan Menu Umum.

Baca: BABAK I: Drama 4 Gol, PSMS Medan vs Persebaya Imbang 2-2

Baca: Waspadai! BMKG Petakan 19 Kawasan Ini Dianggap Rawan Longsor

Aplikasi Mobile JKN diluncurkan dan dilaunching oleh Bapak Direktur Utama, Fachmi Idris, di Jakarta, (15/11/2017) yang lalu serta turut dihadiri poleh Mentri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara.

"Mobile JKN dibuat karena perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi semakin pesat, di antaranya penggunaan perangkat telepon pintar yang saat ini sudah dimiliki sebagian masyarakat," jelasnya.

Sesuai analisa BPJS, disampaikan Rasinta jumlah pengguna telepon pintar di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta orang. Selain itu, trend teknologi saat ini mengarah ke penggunaan mobile application.

Halaman
123
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help