TribunMedan/

Gunakan Uang Raskin, Mantan Camat Sumbul Divonis 2 Tahun Penjara

Vonis hukuman itu diberikan setelah terdakwa terbukti melakukan korupsi uang raskin pada tahun 2015-2016

Gunakan Uang Raskin, Mantan Camat Sumbul Divonis 2 Tahun Penjara
Tribun Medan/Mustaqim
Monang Habeahan, terdakwa kasus korupsi uang raskin di Kecamatan Sumbul, Dairi saat mendengarkan vonis hukuman di Ruang Utama Pengadilan Tipikor, Rabu (29/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Mantan Camat Sumbul, Kabupaten Dairi, Monang Habeahan divonis selama 2 tahun penjara dan denda sebesar Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Rabu (29/11/2017).

Vonis hukuman itu diberikan setelah terdakwa terbukti melakukan korupsi uang raskin pada tahun 2015-2016 saat masih menjabat sebagai Camat Sumbul.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 2 ayat (1)
Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," kata Ketua Majelis Hakim, Janverson Sinaga di Ruang Cakra Utama PN Medan.

Selain divonis hukuman tersebut, Monang Habeahan juga diwajibkan membayarkan Uang Pengganti (UP) sebesar Rp 295 juta lebih.

Baca: ASTAGA! Jani Siregar Curi Besi Rel Kereta Api Demi Buat Beli Rokok dan Minum Tuak

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara ini sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 6 tahun penjara.

Kasus ini bermula ketika Monang diduga melakukan penyimpangan uang raskin pada tahun 2015-2016 saat masih menjabat sebagai Camat Sumbul.

Ia disebut menggunakan uang negara senilai Rp 668.272.000. Dari angka itu, Rp 373.015.000 telah dikembalikan, sedangkan yang belum dibayar senilai Rp 295.257.000.

Baca: HORE! Sekarang Bisa Pesan Gas Elpiji dari Aplikasi Oke Gas

Padahal, masyarakat sudah menyetor uang raskin kepada kepala desa (kades) Selanjutnya, kades membayar ke Kasi Kesra. Akan tetapi Monang justru menarik uang dari bawahannya itu untuk kepentingan operasional dirinya dan bukan menyetorkannya ke Bulog.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help