TribunMedan/

Izin Papan Reklame yang Didirikan PT STTC Ternyata Bukan untuk Komersialisasi Produk

Puluhan papan reklame yang didirikan PT Sumatra Tobacco Trading Company (PT. STTC) diduga menyalahi

Izin Papan Reklame yang Didirikan PT STTC Ternyata Bukan untuk Komersialisasi Produk
Tribun Medan/Dedy
Gedung PT Sumatra Tobacco Trading Company perusahaan penyumbang Hasil Cukai Tembakau Kota Pematangsiantar 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Puluhan papan reklame yang didirikan PT Sumatra Tobacco Trading Company (PT. STTC) diduga menyalahi peraturan Kota Pematangsiantar.

Mereka juga telah melanggar izin mendirikan sesuai kerjasama dengan Pemko Pematangsiantar yang dicantumkan sesuai Keputusan Walikota pada Tahun 1996.

Dalam Keputusan Walikota tahun 1996, Pemko memberi izin mendirikan hanya 7 Billboard yang dke PT. STTC. Kerja sama Pemko dan PT. STTC perihal Izin Pemasangan Reklame Billboard sebanyak 6 unit (Suray Nomor : 503/1343/Ekon/1996, tanggal 7 Maret 1996) dan 1 unit (Surat Nomor :503/7168/Ekon/1996, tanggal 14 Oktober 1996) disebutkan dalam Surat Walikota Pada Tahun 1996, yang ditandatangani H Abu Hanifah dan Sekda Augus Hiras Manik, dihimpun tribun-medan.com, Rabu (29/11/2017)

Dalam Surat Keputusan Walikota itu, Pemko meminta bantuan ke PT. STTC agar mendirikan papan reklame menyampaikan pesan dan imbauan ke masyarakat, agar memelihara kebersihan.

Tidak dijelaskan PT. STTC dibenarkan mendominasi papan reklame dengan tujuan ansih komersialisasi iklan produk. Kerja sama dilakukan sesuai poin satu hingga poin ketiga yang dicantumkan.

"Dalam rangka meningkatkan keindahan di wilayah Pematangsiantar, di harapkan bantuan saudara untuk memasang atau membangun enam unit Billboard (disinari) dengan kalimat mendorong masyarakat memelihara kebersihan lingkungan di wilayah Pematangsiantar, yang lokasi dan ukuran sesuai gambar situasi dari Dinas Tata Kota Kodya Dati II Pematangsiantar," bunyi poin pertama.

Poin kedua dituliskan, Untuk hal tersebut pada butir 1 di atas, dapat diberikan : Bebas Pajak Reklame, sesuai dengan Perda Nomor 5 Tahun 1985 jo Nomor 14 Tahun 1992 Pasal 11, selama bangunan itu berfungsi. Di poin ketiga dituliskan, Demikian kami sampaikan dan terima kasih atas bantuan dan kerja sama yang baik selama ini.

Selanjutnya menyusul satu surat baru pada 14 Oktober 1996, yang isinya sama seperti tiga poin disebutkan di atas untuk izin satu unit billboard lagi.

Kabid Pendapatan Badan Pengelola Keuangan Daerah, Dani mengatakan, saat ini, sudah ada 14 papan reklame PT. STTC menyebar di beberapa titik. Seharusnya hanya tujuh yang diizinkan.

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help