TribunMedan/

Tidak Kooperatif, Perusahaan Rokok 3 Kali Mangkir Diminta Bahas Papan Reklame

PT STTC Perusahaan rokok raksasa Kota Pematangsiantar tiga kali mangkir diundang Pemko

Tidak Kooperatif, Perusahaan Rokok 3 Kali Mangkir Diminta Bahas Papan Reklame
ist
Papan reklame raksasa PT. STTC berdiri 21 tahun, Rabu (29/11/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Perusahaan rokok raksasa Kota Pematangsiantar tiga kali mangkir diundang Pemko Pematangsiantar. Papan reklame raksasa PT STTC tersebut berdiri 21 tahun tanpa pajak ke Pemko.

Pemanggilan direncanakan Pemko untuk membahas Keputusan Walikota Tahun1996 soal kesepakatan izin mendirikan dan memakai beberapa papan reklame.

Sebagai perusahaan raksasa di Kota Pematangsiantar, PT STTC  tidak kooperatif dan tidak taat hukum.

Saat ini ada 7 papan reklame ilegal yang mereka dirikan tanpa izin, dan dipakai secara ansih bertujuan komersilisasi produk, Rabu (29/11/2017).

"Yang ada izin mendirikan itu hanya tujuh papan reklame, itu pun bukan hasil MoU, tapi Keputusan Walikota tahun 1996. Mereka dapat izin mendirikan papan reklame (Billboar) dan gratis pajak. Tapi saat ini ada 14 papan reklame dipakai mereka. Cuma empat yang mereka bayar pajaknya, itu iklan produk semua," kata Kabid Pendapatan Badan Pengelola Keuangan Daerah, Dani Lubis.

Izin mendirikan tujuh papan reklame tanpa pajak sesuai Keputusan Walikota tahun 1996, tercantum dalam dua surat. Pertama sesuai surat nomor 503/1343/Ekon/1996, tanggal 7 Maret 1996 untuk izin enam unit billboard.

Kedua, sesuai surat nomor 503/7168/Ekon/1996, tanggal 14 Oktober 1996 untuk izin satu unit billboard. Surat ditandatangani Walikota zaman Abu Hanifah dan Sekda Augus Hiras Manik

"Keputusan itu tahun 1996, jadi otomatis gugur setelah ada Perda tahun 2011. Makanya sejak 2016 sudah kami surati mereka untuk bahas kembali. Tapi tiga kali mereka gak mau datang. Ada tiga kali kami surati lewat undangan, sampai sekarang gak dijawab-jawab," kata Dani Lubis.

Pernyataan Dani jelas membantahkan pernyataan pihak Staf Humas STTC yang mengatakan tidak pernah dipanggil pihak Pemko untuk membahas dan meninjau ulang kesepakatan. 

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help