TribunMedan/

Heboh! Presiden Donald Trump Me-retweet Tiga Video Anti-Muslim: Siapa Sosok Wanita di Balik Itu?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melakukan retweet tiga video anti-Islam wakil ketua kelompok sayap kanan Britain First

Heboh! Presiden Donald Trump Me-retweet Tiga Video Anti-Muslim: Siapa Sosok Wanita di Balik Itu?
twitter/Jayda Fransen
Donald Trump dan Jayda Fransen. Wanita ini akan diadili pada 14 Desember mendatang karena kejahatan ujaran kebencian di Belfast. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melakukan retweet tiga video anti-Islam wakil ketua kelompok sayap kanan Britain First, Jayda Fransen, termasuk yang diberi judul 'Muslim merusak patung Bunda Maria'.

Tiga video yang diunggah Jayda Fransen itu adalah "Muslim merusak patung Bunda Maria" dan "Migran Muslim memukul anak laki Belanda yang pakai tongkat." Video itu menunjukkan orang yang disebut Fransen sebagai umat Muslim.

Namun sumber dan keaslian video itu tak jelas dan media Belanda menyebutnya video palsu.

Fransen sendiri -yang akan diadili pada tanggal 14 Desember di Belfast, Irlandia Utara, karena menggunakan kata-kata penghinaan- menyambut langkah Trump meretweet unggahannya dengan menulis, "Tuhan berkati Anda Trump, Tuhan berkati Amerika."

Perempuan berusia 31 tahun ini memiliki 57.000 pengikut di Twitter ditahan pada bulan ini karena pidatonya pertengahan tahun ini.

@JaydaBF

Hansen telah mencuit lebih dari 1.500 kali dan sebagian besar adalah video, foto dan pesan-pesan anti-Islam.

Menanggapi retweet Trump, ia menulis, 'Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, retweet tiga video Jayda Fransen', Donald Trump sendiri punya sekitar 44 juta pengikut."

Tahun lalu, ia dinyatakan bersalah karena kejahatan akibat kebencian setelah memaki Sumayyah Sharpe, perempuan berjilbab di Luton, Inggris.

Saat itu ia memekik bahwa perempuan memakai jilbab "karena mereka tidak dapat mengendalikan birahinya" dan bahwa "karena itulah mengapa mereka datang ke negara saya, memperkosa perempuan di seluruh wilayah."

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help