Lagu Despacito di International Toba Kayak Marathon Dijadikan Lagu Selingan

Pihaknya memang sengaja menampilkan anak-anak didiknya yang membawakan tarian diringi lagu bernada Despacito tersebut sebagai bentuk kreatifitas.

Lagu Despacito di International Toba Kayak Marathon Dijadikan Lagu Selingan
TRIBUN MEDAN
PERAYAAN International Toba Kayak Marathon di Lumbun Bulbul, Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sabtu (25/11/2017). 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA SAMOSIR - Pada Sabtu 25 November 2017 lalu, sejumlah penggiat seni dari beberapa sanggar budaya yang ada di Toba Samosir turut berpartisipasi pada acara International Toba Kayak Marathon di Lumbun Bulbul, Balige, Kabupaten Toba Samosir. Namun, seorang pengunjung sempat mengritiki sejumlah remaja yang menari dengan Lagu Batak bernada Despacito.

Sebelumnya diberitakan, "Pengunjung Heran, Jauh-jauh Datang Malah Dengar Lagu Despacito dan Lagu Maumere". Namun, penggiat seni budaya yang juga satu diantara panitia International Toba Kayak Marathon Marta Juliana Hutapea menjelaskan, lagu bernada Despacito itu hanya selingan di antara penampilan musik tradisional.

"Lagu itu sebenarnya lagu Batak judulnya "Natarito", namun bernada Despacito. Tapi itu hanya selingan saja, selain musik tradisional dan tarian tortor yang kita tampilkan," ujarnya kepada Tribun didampingi Ketua Panitia International Toba Kayak Marathon Carles Simson Panjaitan, di Jalan Sisingamangaraja, Balige, Kamis (30/11/2017).

Marta menuturkan, pihaknya memang sengaja menampilkan anak-anak didiknya yang membawakan tarian diringi lagu bernada Despacito tersebut sebagai bentuk kreatifitas mereka. Sehingga, mereka tidak hanya terpaku pada tortor dan juga bisa menciptakan kreatifitas lain selain fokus pada kesenian dan kebudayaan Batak.

Carles yang merupakan Ketua Panitia mengamini. Katanya, selama terselenggaranya acara selama tiga hari berturut-turut, kekayaan budaya lokal juga turut ditunjukkan. Baik tortor Batak (tarian tradisional), Uning-uningan maupun bentuk kesenian lainnya.

Baca: KEREN! Personel TNI Mengubah Lirik Despacito Jadi Lagu Bhinneka Tunggal Ika, Tonton Videonya

Tak hanya itu, para penggiat seni yang mau berpartisipasi juga tidak mendapat bayaran, meski datang dari tempat-tempat jauh. Hal itu dilakukan sebagai cara untuk melibatkan langsung masyarakat setempat dalam setiap event, meski saat ini tidak dapat merasakan dampaknya.

"Mereka jua sudah mau berpartisipasi meski tak dibayar. Tapi ini cara kita agar masyarakat terlibat. Memang saat ini belum berdampak, tapi ke depannya masyarakat lokal dapat menikmati hasil dari event-event yang diselenggarakan," tambahnya.

Terkait International Toba Kayak Marathon, Carles menuturkan, Event skala internasional ini diikuti 86 peserta Kayak domestik dan mancanegara. Kayak juga menjadi ikon olah raga wisata air di Danau Toba dan yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia.

Lomba tersebut berlangsung 24-26 November 207 lalu. Adapun yang siperlombakan dibagi menjadi tiga kategori perlombaan kayak dan pertandingan lomba solo (perahu tradisional).

Baca: Fenomena Despacito dan Minimnya Lagu Anak-Anak

Para Kayak disengaja melewati rute start dari Lumban Bulbul menuju Marom Lumban Julu lalu kembali ke Lumban Bulbul. Loma tersebut berjarak 21 Km dan sengaja melintasi desa-desa. Sehingga, para Kayak dapat menikmati sensasi di Puncak Gunung Api Suoer Vulcano terbesar dan terluas di dunia. Sekaligus, dapat menyaksikan suasana alam yang alami dan kearifan lokal masyarakat Batak yang menjunjung tinggi norma adat serta lainnya. (cr1/tribunmedan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help