Liga 3

Tiga Pemain Kena Kartu Merah, PS Keluarga USU Kandas di Tangan PS Persimura

Usai ditaklukkan tim asal Palembang PS Persimura 1-0 pada laga Play-off Liga 3 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara

Tiga Pemain Kena Kartu Merah, PS Keluarga USU Kandas di Tangan PS Persimura
IST
Pemain PS Keluarga USU 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Langkah PS Keluarga USU untuk memasuki babak Liga 3 Nasional harus terhenti.

Usai ditaklukkan tim asal Palembang PS Persimura 1-0 pada laga Play-off Liga 3 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah, Kamis (30/11/2017).

Yang lebih menyakitkan lagi, kekalahan tersebut harus dibayar dengan di kartu merahnya 3 pemain PSK USU.

Pada menit 11 Safri Juanda dikartu merah wasit. Dilanjutkan dua kartu kuning yang diberikan kepada Habib di menit 60 dan Bima di menit 70.

Babak pertama pertandingan hanya berakhir dengan skor kacamata. Namun, ketika hanya menyisahkan 8 pemain di lapangan, PSK USU tak mampu lagi menahan gempuran Persimura.

Baca: PS USU Kalahkan PS Bintang Kranggan di Liga 3

Alhasil menit 77 Ramdani berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Yang membuat kemenangan untuk PS Persimura 1 - 0.

Asisten Pelatih PSK USU Yudha mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit yang diduga telah ditukangi untuk membantu kemenangan Persimura.

"Hancur kita, 3 pemain kita dikartu merah, ini wasit sudah disetel, padahal permainan awalnya kita kuasai. Bayangkan setelah 8 pemain kita tersisa baru mereka bisa cetak gol. Bukan hanya itu semua pemain kita terkena kartu kuning hanya satu pemain dan kiper yang tidak dikartu," tuturnya, lewat telepon selular dengan nada tinggi, Kamis (30/11/2017).

Baca: Taklukkan Bintang Kranggan, PS Keluarga USU Buka Asa Melaju ke Liga 2

Yudha menambahkan, sepak bola Indonesia tidak akan pernah maju apabila manajamen wasit di Indonesia masih seperti ini.

"Tidak ada guna lapor ke komisi disiplin, kita hanya tim kecil pasti tidak akan ditanggapi. Tim yang bisa bayar wasit saja yang bisa menang kalau seperti ini. Operator pertandingan saja orang lokal gimana mau ditanggapi," ungkapnya kesal.

Namun, meskipun demikian, Yudha tetap akan membangun tim PSK USU menuju tim yang lebih baik untuk menghadapi gelaran berikutnya.

"Sudahlah, saya hanya bisa mendoakan liga di Indonesia ini bisa lebih baik lagi kedepannya. Baik itu di Liga 1, Liga 2 atau Liga 3. Setelah ini kami mau berbenah, memperbaiki apa yang kurang," pungkasnya.(*)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved