TribunMedan/

Jalan Umum Rusak, Warga Tahan Puluhan Truk Pengangkut Tambang Batubara

Truk tersebut ditahan berjam-jam. Warga kemudian mempersilahkan sopir truk kembali ke pertambangan, namun tak boleh melintas jalan umum.

Jalan Umum Rusak, Warga Tahan Puluhan Truk Pengangkut Tambang Batubara
KOMPAS.COM/FIRMANSYAH
Puluhan truk pengangkut batubara tak dapat melanjutkan perjalanan karena jalan diblokir 

TRIBUN-MEDAN.COM - Puluhan warga Desa Tambang Sawah, Ketenong II, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu sempat menahan 80 unit truk pengangkut batubara milik PT. Jambi Resource, Jumat (1/12/2017).

Truk tersebut ditahan berjam-jam. Warga kemudian mempersilahkan sopir truk kembali ke pertambangan, namun tak boleh melintas jalan umum.

Hingga Sabtu (2/12/2017), puluhan warga masih memblokir jalan umum yang kerap digunakan angkutan batubara.

Kemarahan warga memuncak setelah lima tahun pertambangan beroperasi, pihak perusahaan tambang tidak memenuhi janji perbaikan jalan.

Baca: Masalah Banjir Kota Medan Tak Pernah Selesai, Warga: Payah Kali Wali Kota Medan Ini

Sekretaris Desa Ketenong Jaya, Kecamatan Pinang Belapis, Darus Sani mengatakan, jalan umum di desanya masih berupa jalan tanah dan koral sepanjang 20 kilometer.

Pihaknya akan terus memblokir jalan sampai ada kejelasan dari pihak perusahaan.

"Menolak angkutan truk batu bara keluar masuk begitu saja. Ruas jalan antardesa kami hanya berupa tanah kuning dan ditutup batu koral. Mulai hari ini aktifitas angkutan truk kami hentikan sampai ada komitmen dari perusahaan untuk bisa memperbaiki ruas jalan yang rusak itu," ungkap Darus Sani.

Baca: Banjir Landa Kota Medan, Warga Mengeluh Perabotan Rumah Tangga Rusak

Darus Sani mengatakan, ketika musim kemarau, jalanan berdebu hingga menganggu pernafasan masyarakat.

Selain itu, sering terjadi kecelakaan melibatkan truk angkutan batubara yang melintas ratusan unit per hari. Hal itu membahayakan masyarakat yang mengendarai motor.

Buruknya akses jalan juga mengakibatkan tingginya harga bahan pokok.

"Harga bahan pokok lebih mahal, karena lokasi jalan sulit dilalui," tegas Darus.

Kompas.com berusaha melakukan konfirmasi ke manajemen PT. Jambi Resource. Namun, hingga kini konfirmasi tersebut belum didapat dengan alasan pihak perusahaan tak memiliki juru bicara dan Humas.(*)

Berita Ini Sudah Tayang di Kompas.com dengan Judul Jalan Umum Rusak, Warga Tahan 80 Truk Tambang

Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help