TribunMedan/

Kerjasama Refinancing KPR, Bank Sumut Terima Kucuran Dana Rp 156 Miliar dari SMF

Direktur SMF, Trisnadi Yulrisman menjelaskan bank yang diajak kerjasama yaitu BPD Bali, Bank Sumut, dan Bank Sumsel Babel.

Kerjasama Refinancing KPR, Bank Sumut Terima Kucuran Dana Rp 156 Miliar dari SMF
Tribun Medan/Fatah
Direktur SMF Trisnadi Yurisman (kedua dari kiri) beserta jajaran berpose bersama Pemimpin Perusahaan Harian Tribun Medan, Setiawan saat kegiatan audiensi di Kantor Tribun Medan, Senin (3/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun-Medan, Fatah Baginda Gorby

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Guna menyempurnakan program pemerintah yang digagas Presiden Joko Widodo terkait program sejuta rumah, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) telah menandatangani penjanjian kerjasama refinancing KPR dengan 3 Bank.

Direktur SMF, Trisnadi Yulrisman menjelaskan bank yang diajak kerjasama yaitu BPD Bali, Bank Sumut, dan Bank Sumsel Babel.

"Kerjasama itu dilakukan pada 21 November lalu, dalam tiga kerjasama tersebut SMF mengalirkan pembiayaan ke sektor perumahan senilai Rp156 miliar kepada Bank Sumatera utara, Rp 150 miliar kepada Bank Sumsel Babel, dan Rp32 miliar kepada BPD Bali," ujar Trisnadi pada saat kegiatan audiensi di Kantor Harian Tribun medan, Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (3/12/2017).

Menurut Trisnadi, perjanjian tersebut menegaskan komitmen SMF dalam memperkuat BPD dalam menyalurkan KPR di daerah demi mendukung percepatan Program Satu Juta Rumah.

Baca: Percepat Program Pembangunan Sejuta Rumah, PT SMF Lakukan Hal Ini

Terkait urgensi peran BPD, Trisnadi mengatakan bahwa BPD mempunyai peran penting dalam mendukung penyelenggaraan Program Sejuta Rumah terutama di daerahnya masing-masing.

Hal tersebut menurutnya karena BPD sebagai sistem perbankan lokal dapat lebih efisien dalam memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan perumahan, BPD cenderung lebih spesifik mengenal karakteristik masyarakat di daerah masing-masing.

“Peran Bank Pembangunan Daerah sangat sentral dalam meningkatkan perekonomian Daerah yang secara simultan akan mendukung pertumbuhan Ekonomi Nasional. Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memiliki rumah dan mensukseskan Program Sejuta rumah, diperlukan fasilitas KPR yang terjangkau dan mudah diakses,” katanya.

Terkait Refinancing, menurut Trisnadi yakni konversi pinjaman dari jangka pendek menuju jangka panjang. Biasanya, sumber dana yang dipakai dalan KPR tergolong jangka pendek seperti deposito, tabungan dan lainnya, yang disebut pembiayaan primer.

 Menurut Trisnadi, SMF merupakan suatu perusahaan yang dibentuk untuk membeli suatu kredit pemilikan rumah (KPR) dari bank kreditur yang kemudian tagihan ini dikemas dan dijual kembali kepada investor seperti misalnya perusahaan asuransi, dana pensiun atapun investor perorangan.

"Pembiayaan sekunder perumahan ini dilakukan dengan menggunakan suatu perusahaan khusus yaitu suatu perseroan terbatas yang ditunjuk oleh lembaga keuangan yang melaksanakan kegiatan pembiayaan sekunder perumahan yang khusus didirikan untuk membeli aset keuangan dan sekaligus menerbitkan Efek Beragun Aset (EBA)," ungkapnya.(*)

Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help