TribunMedan/

Miris! 20 Tahun Acap Terisolir Banjir Kala Hujan, Warga: Sudah Kayak Buaya Kami

Kondisi cuaca musim hujan berdampak banjir masih dirasakan warga Kelurahan

Miris! 20 Tahun Acap Terisolir Banjir Kala Hujan, Warga: Sudah Kayak Buaya Kami
Tribun Medan/Dedy
Anak kecil terpaksa melampaui jalan banjir dengan berjalan memegang pagar rumah warga di Kelurahan Pondok Sayur, Siantar Martoba, Senin (4/12/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kondisi cuaca musim hujan berdampak banjir masih dirasakan warga Kelurahan Pondok Sayur, Siantar Martoba.

Sejak Jumat hingga Senin warga masih terisolir banjir lantaran di lokasi tidak ada saluran drainase, (4/12/2017)

Air hujan bercampur tanah merah terlihat keruh menggenangi perumahan warga. Sedikitnya 15 rumah masih terendam banjir tidak bisa dikuras. Warga pun terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Samsinar (60) ditemui berpakaian daster, usai belanja bahan masakan bersama cucunya berujar, kondisi banjir dan payah surut sudah berlangsung selama 20 tahun. Dikatakannya, Pemko Pematangsiantar seolah tak punya solusi bagi mereka.

"Sudah 20 tahun kami dibiarkan kayak begini. Ini hujan yang dari Jumat mau sebulan gak akan surut-surut, beda kalau di lokasi lain lekas surut. Di sini tidak ada paritnya, jadi gak bisa air mengalir," kata Samsinar.

"Genangan airnya udah sedada orang dewasa kalau hujan di sini. Sudah kayak buaya lah kami, nampak kepala saja, badannya di dalam air," tukasnya sambil memeragakan buaya sedang di dalam air menunggu mangsa.

Amatan tribun-medan.com, warga terlihat dengan pacul dan alat galian seadanya membuat parit alternatif secara swadaya. Mereka yang terisolir tanpa bantuan logistik dari pemerintah terpaksa makan dari belas kasih bantuan warga lain. Tidak ada dapur umum di lokasi.

Terlihat juga belasan orang dari tim gabungan BPBD dan Damkar rebahan di lokasi, usai memasang alat penyedot air yang kecil dan mini. Mereka juga disediakan minum oleh warga, beberapa di antaranya terlihat nongkrong di warung cendol tak jauh dari lokasi.

Komandan Regu dari Damkar, J Sihotang mengatakan pihaknya belum tahu sampai kapan air bisa surut. Pihaknya hanya berupaya menyedot air yang disedot ke mobil damkar dibantu empat personel BPBD.

"Kita belum tahu berapa debit airnya, kita kerahkan 12 orang, yang dari BPBD ada empat orang. Kita uoayakan dengan melakukan penyedotan air," kata J Sihotang.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help