TribunMedan/

Banjir Tergenang Tanpa Aliran Pembuangan, Sekda ke TKP Targetkan Tiga Hari Buat Parit

Kondisi banjir yang tergenang tanpa aliran pembuangan sudah seperti air di dalam kuali.

Banjir Tergenang Tanpa Aliran Pembuangan, Sekda ke TKP Targetkan Tiga Hari Buat Parit
Tribun Medan/Dedy
Plt Sekda Resman Panjaitan meninjau lokasi banjir di Kelurahan Pondok Sayur, mengoordinasikan sejumlah pejabat segera tanggani banjir yang tak surut bagai kuali, Selasa (5/12/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kondisi banjir yang tergenang tanpa aliran pembuangan sudah seperti air di dalam kuali.

Sejak hujan pada Jumat (1/12/2017) hingga kini air masih belum surut dan menggenangi sembilan kepala keluarga di Kelurahan Pondok Sayur, Lingkungan II, RW II, Siantar Martoba, Selasa (5/12/2017).

"Ini posisinya sudah ibarat kuali, sekelilingnya lebih tinggi. Solusinya memamg harus dibuka jalur parit baru," kata staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah di lokasi.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Pematangsiantar, Resman Panjaitan turun langsung meninjau lokasi banjir.

Ia bersama Kepala BPBD Daniel Siregar memanggil Lurah dan Kepala Lingkungan setempat.

Dijelaskan Resman, solusi jangka pendek, sementara mereka akan mengalirkan air dengan sesuai keinginan warga yaitu membuat parit.

Untuk jangka panjang akan dibuat saluran air secara permanen. Di mana akan berkoordinasi dengan Dinas PU Pemko Pematangsiantar.

"Kendalanya karena tanah seperti kuali, tumpahan semua jalur ke lokasi ini. Jalan keluarnya bagaimana kuali itu bisa kita jebol mengeluarkan air dari kuali.

Target rencana Pemko seminggu, kalau bisa tiga hari agar warga bisa tetap tenang tinggal di sini," jelas Resman.

Resman juga mengatakan berencana akan ada anggaran khusus untuk penanganan banjir di Kelurahan Pondok Sayur yang berlangsung sudah puluhan tahun. Sementara, mereka akan mendatangkan pekerja bangunan untuk membuat parit alternatif sementara. Direncanakan juga kondisi jalan yang rendah juga akan lebih ditinggikan lai dengan penimbunan.

"Jangka panjang sudah coba kita anggarkan untuk perbaikan permanen," tegas Resman

Lurah Pondok Sayur, Aprita Sagala menjelaskan di Lingkungan II RW II, RT III yang terendam banjir ada sembilan keplaa keluarga. Tapi, dirinya belum dapat memastikan berapa data jiwa yang menjadi korban genangan banjir.

(Dyk/tribun-medan.com)

Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help