TribunMedan/
Home »

Sumut

Bantuan Belum Mengalir, Korban Banjir di Sergai Kesulitan Beraktifitas

Warga yang menjadi korban banjir dan tinggal di Desa Seirampah Kecamatan Seirampah

Bantuan Belum Mengalir, Korban Banjir di Sergai Kesulitan Beraktifitas
Tribun Medan/Indra
Wagiman, Warga Desa Seirampah Kecamatan Seirampah Kabupaten Serdangbedagai duduk termenung di area genangan air lantaran sawahnya saat ini terendam banjir Selasa, (5/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,SEIRAMPAH- Warga yang menjadi korban banjir dan tinggal di Desa Seirampah Kecamatan Seirampah Kabupaten Serdangbedagai hingga saat ini mengharapkan bantuan berupa sembako Selasa, (5/12/2017).

Meski sudah empat hari mereka merasakan banjir namun beberapa diantara warga mengaku hingga saat ini mereka belum juga mendapatkan bantuan.

Saat wartawan datang melakukan peliputan di lokasi banjir, warga pun menyampaikan keluh kesahnya. Mereka berharap agar bantuan bisa secepatnya datang dan mereka terima.

" Alah gak perlu di foto-foto lah dek, gak perlu di selfie-selfie kami. Sekarang ini yang perlu kami itu bantuan. Diliput liput aja tapi bantuannya gak datang-datang,"ucap warga beramai-ramai.

Wagiman salah satu warga mengatakan saat ini mereka sudah sulit untuk beraktivitas. Tanaman padi warga yang sudah terendam air di sawah membuat warga hanya bisa bertahan di dalam rumah.

"Bantuan belum ada datang. Biasanya ada tapi sekarang ini belum ada kami terima. Maunya dikasih jugalah bantuan sembako,"kata Wagiman.

Camat Seirampah, Hafaruddin Saragih yang dikonfirmasi mengakui hingga saat ini banyak warga di wilayahnya yang belum mendapatkan bantuan baik dari Kabupaten maupun Provinsi.

Ia menyebut kalau saat ini stok bantuan habis di tingkat Kabupaten.

"Kabupaten memang belum juga, habis katanya karena kemarin waktu bulan 10 ada dua kali show (dua kali terjadi banjir) dan dibagikan di situ. Inikan yang ketiga dalam tahun ini. Biasanya memang ada dikasih
bantuan, selain dari pemerintah juga ada dari OKP, cuma ini memang belum. Tapi warga dah ngertinya itu, biasanya terakhir nanti dapat itu seperti yang dulu itukan dikasih saat terakhir seperti beras, pakaian
dan selimut. Saat ini pun masih kita data itu,"kata Hafaruddin.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help