TribunMedan/

Memprihatinkan, Jatah Sembako untuk Warga Pondok Sayur Korban Banjir Dipotong

"Kami semua sembilan kepala kelurga yang tadi pagi didata Lurah untuk dapat bantuan. Tapi cuma delapan yang sampai ke kami"

Memprihatinkan, Jatah Sembako untuk Warga Pondok Sayur Korban Banjir Dipotong
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
Samsinar warga yang terisolir banjir sejak Jumat di Kelurahan Pondok Sayur Kecamatan Siantar Martoba, Selasa (5/12/2017 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kondisi warga Kelurahan Pondok Sayur yang terisolir akibat banjir sejak Jumat (1/12/2017) semakin memprihatinkan. Bantuan sembako baru mulai diterima di hari kelima setelah mereka tak bisa belanja dan memasak, Selasa (5/12/2017)

Belakangan, diketahui, jatah bantuan sembako untuk sembilan kepala keluarga malah tidak tepat sasaran, hanya delapan jatah sembako yang disalurkan.

"Kami semua sembilan kepala kelurga yang tadi pagi didata Lurah untuk dapat bantuan. Tapi cuma delapan yang sampai ke kami. Jadi terpaksa lah kami berbagi ke sesama jatah kami, ya dipotong ratalah buat satu KK yang gak dapat itu. Gitu lah permintaan oramg itu yang bagikan. Kami warga ya mau bilang apa lagi, syukurlah sudah ada bantuan, padahal dari Jumat kami gak ada diperhatikan," kata Yanti.

Baca: Panwaslih Akan Tentukan Hasil Sengketa Perseorangan selama 12 Hari

Baca: Dor! Ini Kawanan Perampok Berkelewang yang Bobol Brankas Alfamart, 3 Orang Ditembak Polisi

Diceritakannya, setelah ada bantuan berupa beras dan mi instan, ia tak bisa langsung bisa memasaknya, ia terpaksa harus menumpang ke rumah tetangga lain. Perabotannya rusak, dan alat dapurnya tak bisa mengepul karena terendam banjir.

"Kami masak ya numpang-numpang lah, syukurlah betetangga bisa saling pengertian membantu. Kami harapnnya ada lah disediakan dapur umum. Ke depan juga segeralah buat drainase permanen, kalau gak ya begini terus kami terisolir banjir payah surut. Ini yang paling besar, sudah ada yang rumahnya tenggelam setinggi dada orang dewasa," bebernya.

Samsinar (60) juga senada membeberkan soal pemotongan jatah sembako yang dipotong oknum tak betanggungjawab. Kendati demikian ia tetap berujar syukur adanya saluran bantuan beras dan mi instan. 

"Betul itu, cuma lapan KK yang disalurkan, tadi dipotong mereka yang bagikan buat satu KK lainnya. Syukurlah bantuan sudah ada dari Hefriansyah (Walikota), tadi Sekda juga datang berikan bantuan, kata Sekda mau dibuatkan dapur umum. Sekarang kondisinya mulai surut karena cuaca panas, sudah gak kayak buaya lagi lah, tapi buaya dua lah," ujar Samsinar yang hendak menumpang menyetrika pakaian ke rumah tetangga. (Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help