TribunMedan/

Warga Korban Banjir Kelelahan, Samsinar Mengaku Pingsan

Sejak Jumat, tidak ada tim bantuan Pemko, baik dari BPBD dan tim Damkar yang dikerahkan membantu warga

Warga Korban Banjir Kelelahan, Samsinar Mengaku Pingsan
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
Samsinar warga yang terisolir banjir sejak Jumat di Kelurahan Pondok Sayur Kecamatan Siantar Martoba, Selasa (5/12/2017 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Seorang warga Kelurahan Pondok Sayur Kecamatan Siantar Martoba, Samsinar mengaku sempat jatuh pingsan di tengah genangan banjir yang mengisolir rumahnya sejak Jumat lalu.

Ia  berjibaku dengan banjir menyelamatkan cucunya, perabotannya, lantaran minimnya bantuan Pemko Pematangsiantar. 

"Semalam pingsan aku di genangan air, gak tahu lah kenapa, bukan karena ada sakit, gak tahu lah tiba-tiba jatuh pingsan di rumah. Entah kecapaian atau karena banjirnya masuk angin gak tahu lah," ungkapnya dengan raut sendu, Selasa sore, (5/12/2017).

Sejak Jumat, tidak ada tim bantuan Pemko, baik dari BPBD dan tim Damkar yang dikerahkan membantu warga mengevakuasi sejumlah perabotan rumah tangga. Akibatnya warga panik dan lelah, barang-barang berharga menjadi rusak permanen.  

Baca: Tak Kunjung Tuntut Terdakwa Perkara Pembunuhan, Hakim Tegur Jaksa

Baca: Perampok Alfamart Berkelewang Akhirnya Ditembak Polisi

"Ya kami lah yang ngangkati sendiri semua barang-batang, orang itu cuma duduk-duduk aja sama sedotan airnya yang kecil itu. Rusak semua lemari, tempat tidur, alat elektronik, ada juga lah puluhan juta kerugianku kalau dihitung hitung. Bantuan makanan baru ada hari ini, obat-obatan gak ada. Ini sudah mulai gatal-gatal dan masuk angin kami," beber Samsinar.

Samsinar berharap Pemko segera membuat drainase permanen. Katanya sudah 20 tahun, setiap ada hukan deras mereka terisolir banjir tergenamg hingga berminggu-minggu.

"Cepat ajalah dibuatkan drainase permanen biar ada saluran pembuangan air. Itu aja kami swadaya sendiri buat parit alternatif. Kalau bisa pun adakan saja dapur umum, gak usah harus kami minta-minta pas pejabat Pemko datang," tukas Samsinar.

Di lokasi, warga lainnya, Yanti dan Opung Marzuki Sinaga juga senada soal wabah penyakit yang mulai menyerang warga korban banjir. Mereka sudah mulai merasakan dampak gatal-gatal kulit mereka. Mereka berharap segwra ada pelayanan kesehatan dan obatnya.

"Ini kalau kami ya sudah mulai gatal-gatal sekeluarga, belum ada bantuan kesehatan. Tadi Pak Sekda dan semalam Walikota datang baru bnatuan beras sama mi instan yang kami terima," ujar Yanti. (Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help