Din Syamsuddin: Indonesia Pernah Menjadi Role Model Kerukunan Umat Beragama di Dunia

Bahkan pada tahun 1990-an Indonesia masih menjadi role model kerukunan di dunia karenanya hal tersebut harus dipertahankan.

Din Syamsuddin: Indonesia Pernah Menjadi Role Model Kerukunan Umat Beragama di Dunia
IST
Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin melakukan pertemuan tokoh agama di komplek HKBP Pearaja Tarutung, Taput, Sumut, Selasa (5/12). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin menegaskan, derajat kerukunan umat beragama di Indonesia masih sangat baik.

Bahkan pada tahun 1990-an Indonesia masih menjadi role model kerukunan di dunia karenanya hal tersebut harus dipertahankan.

Untuk mewujudkan semua itu, lanjutnya, pihaknya terus melakukan kunjungan silahturahmi ke simpul-simpul umat beragama yang besar di antaranya Kantor GPI, Walubi, Matakin dan Parisada Hindu Dharma.

melalui rilis yang diterima Tribun (6/12), dikatakannya untuk kali ini, ia bersilaturahmi ke HKBP Pearaja Tarutung, Taput Sumut sekaligus menghantarkan sahabatnya baiknya Politisi senior Anggota DPR RI Effendi MS Simbolon pulang kampung.

"Silahturahmi dan dialog antar agama ini sangat penting, bukan untuk membeda-bedakan satu agama dengan agama yang lain tetapi mencari persamaan. Kita berbeda, mari kita hidup berdampingan secara damai di Indonesia yang majemuk karena meski kita berbeda kita tetap bersaudara," katanya disela kunjungan di kompleks HKBP Pearaja Tarutung, Taput, Sumut, Selasa (5/12).

Baca: Dalam 11 Hari Polda Sumut Berhasil Ungkap 5 Kasus Narkoba Jenis Sabu Seberat 38 Kilogram

Kunjungan ini, kata Din Syamsuddin, dalam rangka bersilahturahmi antara pimpinan umat Kristen Batak Protestan yang bertujuan untuk menguatkan kerukunan antara umat beragama.

Diakuinya, diantara umat beragama yang sering "bermasalah" adalah antara Islam dengan Kristen dan itu terjadi dikelompok minoritas.

Ini disebabkan karena kedua agama tersebut berasal dari rumpun yang sama yakni Ibrahim As yang lewat halus istri Siti Hajar lahir Ismail dan Nabi Muhammad (Islam) dan Siti Sarah melahirkan keturunan Yahudi dan Nasrani.

Halaman
12
Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help