TribunMedan/

Ditertibkan Satpol PP, Pedagang Siantar: Kami Rela Mati Demi Susu dan Sekolah Anak Kami

Menjelang petang, puluhan pedagang mengadang petugas Satpol PP yang hendak menggusur lapak mereka di trotoar, Rabu (6/12/2017).

Ditertibkan Satpol PP, Pedagang Siantar: Kami Rela Mati Demi Susu dan Sekolah Anak Kami
Tribun Medan/Dedy
Satpol PP dan pedagang bersiteru terkait upaya penertiban sesuai Perda, di Jalan Sudirman Siantar Barat, Rabu (6/12/2017)sore 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR - Upaya penertiban aktifitas pedagang kaki lima di Jalan Sudirman Siantar Barat yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja mendapat perlawanan.

Menjelang petang, puluhan pedagang mengadang petugas Satpol PP yang hendak menggusur lapak mereka di trotoar, Rabu (6/12/2017).

Seorang pedagang yang mengenakan topi bersikeras meminta petugas agar menunda penggusuran.

Ia memelas dan beradu argumen di hadapan puluhan petugas Satpol PP berseragam lengkak.

"Tolong lah Pak sama-sama kita pengertian. Kalau pun harus mati di tangan bapak-bapak, kami siap mati terhormat. Kami memikirkan bagaimana sekolah dan susu anak-anak kami," kata pria paruh baya ini.

Baca: Peti Jenazah Korban Rudapaksa di Malaysia Tidak Dibuka, Pihak Keluarga Langsung Kebumikan

"Betul, kami siap mati,"  teriak pedagang kaki lima lainnya.

Seorang pedagang berkemeja batik lusuh juga memelas, ia berujar bahwa anaknya sudah ada yang putus sekolah akibat kerap digusur dan menjadi pengangguran. Katanya, rekannya sekarang banyam yang pengangguran.

"Anakku putus sekolah. Kawan-kawan kami luntang lantung (hidup tidak jelas). Apa kami harus mencuri dan menjadi kriminal untuk sekadar hidup," katanya.

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help