TribunMedan/
Home »

Video

New Video

MENGHARUKAN, tak Punya Uang Warga Bergantian Gotong Jenazah Sepanjang 36 Km

Puluhan warga Desa Onondowa, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) terpaksa bahu membahu menggotong mayat keluarga

MENGHARUKAN, tak Punya Uang Warga Bergantian Gotong Jenazah Sepanjang 36 Km
Youtube
Puluhan warga Desa Onondowa, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara menggotong jenazah keluarga, (1/12/2017). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Puluhan warga Desa Onondowa, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) terpaksa bahu membahu menggotong mayat keluarga sejauh 36 kilometer.

Mereka menggotong mayat Mesak Wungko dari wilayah Bada, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menyusuri hutan belantara yang masih 'perawan' ke Onondowa, Sabtu (2/13/2017).

Mesak menderita gagal ginjal dan menghembuskan nafas terakhir di RSUD Sawerigading, Kota Palopo, Sulsel, Jumat (1/12/2017).

Keluarga korban, Frans Aris Paelo, kepada TribunLutra.com, menyebutkan, mereka terpaksa menggotong mayat karena tidak mampu mencarter pesawat.

"Ceritanya begini, pada hari Jumat mayat Mesak ingin kita bawa ke Onondowa menggunakan pesawat. Tapi tarifnya terlalu mahal Rp 50 juta," ujar Frans, Minggu (3/12/2017).

Karena tidak mempu membayar sewa carter pesawat perintis, mereka sepakat membawa mayat Mesak ke wilayah Bada menggunakan ambulans.

"Akses dari Bada ke Onondowa baru berupa jalan setapak yang hanya bisa dilalui motor modifikasi, makanya kami gotong selama sehari," katanya.

Rampi berjarak 86 kilometer dari Masamba, ibu kota Luwu Utara dan merupakan salah satu kecamatam terpencil.

Hanya ada dua akses menuju Rampi dari Masamba. Menumpangi pesawat perintis dari Bandara Andi Djemma atau menggunakan motor modifikasi menyusuri jalan setapak yang cukup ekstrem.

Akses alternatif yaitu melalui Bada, Sulawesi Tengah. "Kami memilih ke Bada supaya lebih dekat menggotong mayat ke Onondowa, kalau dari Masamba jauh sekali," katanya.

Simak videonya di bawah ini;

(www.tribun-video.com)

*** Ikuti kami di media sosial ***

Editor: Hendrik Naipospos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help