TribunMedan/

Siddhi Akan Mengadakan Hokkian Dhammatalk Payung Teduh di Medan

Menurut Susanto, acara yang akan diselenggarakan di Aula Perguruan Buddhis Bodhicitta, Jalan Selam ini menargetkan peserta hingga 500 orang.

Siddhi Akan Mengadakan Hokkian Dhammatalk Payung Teduh di Medan
Tribun Medan/Fatah
Perwakilan Siddhi dalam kunjungannya ke Kantor Harian Tribun Medan, Rabu (6/12/2017) 

Laporan Wartawan Tribun-Medan, Fatah Baginda Gorby

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ketua Perkumpulan Sarjana dan Professionaal Buddhis Indonesia (Siddhi) Susanto menjelaskan pihaknya dalam waktu dekat ini akan mengadakan acara Hokkiam Dhammatalk dengan tema "Payung Teduh".

Acara yang akan diselenggarakan pada Sabtu (9/12/2017) pukul 19.00 WIB itu menurut Susanto, akan dihadiri Bhante Chao Khun Phra Ajahn Keng Khemako yang datang langsung dari Singapura.

"Acara ini menargetkan para umat Buddhis yang ingin mengikuti Dhammatalk yang lebih familiar dalam penyampaian bahasa Hokkian," ujarnya, Rabu (6/12/2017).

Menurut Susanto, acara yang akan diselenggarakan di Aula Perguruan Buddhis Bodhicitta, Jalan Selam ini menargetkan peserta hingga 500 orang.

Baca: WOW! Sekretariat DPRD Sediakan Rp 85,6 Miliar Buat Dana Kungker Wakil Rakyat

Mengenai topik, Ketua Panitia Acara, Dennis menyampaikan pihaknya membawa istilah payung teduh, yang berarti sebaik-baiknya tempat berlindung.

Menurutnya, tidak ada tempat perlindungan yang lebih baik dari trilogi ajaran Buddha, yakni Buddha, Dharma, dan Sangha.

Sedangkan Wakil Ketua Panitia Acara, Surya Minata Lie menyampaikan tujuan pokok acara ini, yakni menambah wawasan kepada para peserta untuk membedakan tradisi dan ajaran inti di dalam agama Buddha.

Baca: DPRD Medan Desak Honor Guru Non-PNS Ditampung APBD Tahun Depan

"Meskipun di dalam Buddha tidak ada dilarang mengenai tradisi yang sudah berjalan, namun kita harus memahami letak perbedaanya. Sehingga kita dapat melihat inti sari yang dibawakan oleh Buddha," katanya.

Mengenai profil narasumber, Humas Panitia Indra Rusli menyampaikan Bhante Chao Khun Phra Ajahn Keng Khemako merupakan seorang pemuka agama anggota Sangha.

"Beliau di tahun 2013 dinobatkan menjadi Phra Ajahn Keng oleh Raja Thailand. Telah masuk masa ke-31 menjadi anggota Sangha," katanya.

Menurut Indra, nantinya Bhante Chao Khun Phra Ajahn Keng Khemako akan membawakan ceramah dalam bahasa Hokkian, bahasa yang tidak asing bagi sebagian besar Umat Buddhis di Medan.(*)

Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help