TribunMedan/

WOW! Segini Kontribusi PT. STTC untuk Pemko Siantar, Ini Kata Adiaksa Purba

Selain itu Pemko juga mendapatkan hasil retribusi pajak satu papan reklame Rp 25 per tahun. Dari PBB PT. STTC, Pemko bisa

WOW! Segini Kontribusi PT. STTC untuk Pemko Siantar, Ini Kata Adiaksa Purba
Tribun Medan/Dedy
Gedung PT Sumatra Tobacco Trading Company perusahaan penyumbang Hasil Cukai Tembakau Kota Pematangsiantar 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR - Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Pematangsiantar, Adiaksa DS Purba mengakui keberadaan PT. STTC punya andil besar sebagai sumber pemasukan kas pemerintah daerah.

Dibeberkannya, bahwa dalam setahun sesuai Kebijakan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau dari PT. STTC pihak Pemko bisa menerima Rp 6 milar dalam setahun.

Selain itu Pemko juga mendapatkan hasil retribusi pajak satu papan reklame Rp 25 per tahun. Dari PBB PT. STTC, Pemko bisa mendapat pemasukan sekutar Rp 600 juta setahun.

"Kontribusi mereka (PT. STTC) bisa dibilang besar. Dari cukai tembakau ke kita (Pemko) bisa Rp 6 Miliar, itu juga daerah lain dapat bagian hasil cukai, karena, contohnya orang Humbahas juga mengisap rokok mereka, jadi Bumbahas juga kecipratan," kata Adiaksa.

Baca: KEREN! Rekening BTPN Wow Bisa Diakses Lewat Handphone GSM

Kendati demikian, Adiaksa tetap menegaskan agar PT. STTC yang merupakan perusahan rokok besar di Siantar tetap menaati peraturan pemerintah setempat.

Ia membenarkan besarnya sumbangsih pajak PT. STTC. Namun, terkait soal sejumlah papan reklame menjadi sorotan, dan sejumlah iklan rokok di beberapa lokasi yang berdiri di zona bebas iklan rokok, Rabu (6/12/2017).

"Kalau dari pajak besar memang kontribusi mereka. Tapi kan, jangan mentang-mentang besar kontribusinya pemerintah daerah jadi disepelekan. Memang soal papan rekkame saja mereka jadi sorotan," tukas Adiaksa.

Baca: Dituding Tak Bayar Pajak Reklame pada Pemko Siantar, Ini Jawaban Pihak PT STTC

Sebelumnya, Adiaksa tak menampik saat diwawancarai soal tujuh dari 14 papan reklame PT. STTC berdiri tanpa izin dan tanpa pajak sepeser pun.

Awal tahun 2018, BPKD telah mengambil kebijakan tegas untuk mengutip pajak dari setiap reklame PT. STTC.

"2018 kita sudah ambil sikap. Sudah cukup lah massa toleransi itu, karena kan tuntutan target kita tentang pajak papan reklame, dengan adanya kebijakan papan reklame, billboard dan tiang baliho yang melintang menyebang jalan harus dibongkar. Ya dari mana lagi pajak pendapatan kita," katanya.(*)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help