TribunMedan/
Home »

Video

VIDEO

Begini Suasana Destinasi Baru Wisata Satwa Aek Nauli Elephant Conservation Camp

Empat gajah asal luar Sumalungun didatangkan dari berbagai daerah ke Aek Nauli Elephant Conservation Camp.

Laporan Wartawan Tribun Medan, Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, RAYA - Empat gajah asal luar Sumalungun didatangkan dari berbagai daerah ke Aek Nauli Elephant Conservation Camp.

Hewan dilindungi ini akan menjadi Destinasi Baru Wisata Satwa di Kawasan Strategis Nasional Danau Toba.

Bagi wisatawan yang hendak ke Danau Toba, kini bisa menikmati wisata alternatif selain panorama danau yang sudah Go Internasional itu. Di tengah hutan pinus Siantar-Prapat Km 35, empat satwa gajah sudah dikonservasikan dan cocok beradaptasi.

Wisatawan bisa berolahraga, berjalan kaki menikmati udara sejuk di tengah pepinusan untuk ke lokasi konservasi gajah. Ada sekitar 200an meter. Saat ini belum dikenakan biaya retribusi.

Baca: Ada Pendekar Mossak Batak di Pembukaan Festival Danau Toba

Tiba di lokasi, wisatawan bisa melihat langsung para gajah beraktivitas bersama Mahoutnya (pawang) masing-masing. Bahkan bisa memberi makanan, bersentuhan langsung dengan gajah, berfoto dengan gajah yang jinak-jinak.

Meski jalan yang dilalui terjal berlika, penat wisatatawan yang menyukai hewan cerdas bisa terobati. Para mahout bisa menunjukkan atraksi gajah duduk, tidur, dan memandikannya di aliran air sungai.

Pawang gajah, Sulistiono mengatakan, saat ini pihaknya memelihara empat gajah yang didatangkan dari luar Simalungun. Keempat gajah sudah diberi nama dengan usia yang beragam.

Baca: Aek Nauli Elephant Conservation Camp Resmi Dibuka, Gajah Jadi Rebutan Selfie

"Ada empat gajah saat ini total semuanya, yang paling besar dan tua namanya Siti Zubaidah Betina usia sekitar 37 tahun asal Palembang. Ada Luis Vigo Jantan (11) asal Sikampak Vini Alvionita Betina (30) asal Sosa
Ester Juwita Betina (36) asal Palembang," jelas Suliationo, Kamis (7/12/2017).(*)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help