TribunMedan/

Rapat Paripurna DPR Dihujani Interupsi soal Yerusalem

"Pengakuan sepihak AS tersebut mengancam proses perdamaian di Timur Tengah," ujar Aria Bima dalam Paripurna

Rapat Paripurna DPR Dihujani Interupsi soal Yerusalem
TRIBUNJATENG
Ilustrasi rapat DPR. (TRIBUNJATENG) 

TRIBUN-MEDAN.com - Rapat paripurna yang beragendakan pembacaan laporan uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI serta hakim Mahkamah Konstitusi dihujani interupsi oleh anggota dewan.

Interupsi yang dilayangkan bukan soal Panglima TNI maupun Hakim Konstitusi melainkan soal pengakuan Yerusalem oleh Amerika Serikat sebagai ibu kota Israel.

Dilansir Tribunnews.com, Anggota DPR Fraksi PDIP, Aria Bima, mengatakan pidato Presiden AS Donald Trump dapat mengancam perdamaian Timur Tengah.

Tidak hanya itu bahkan intrupsi tegas datang dari Anggota DPR Fraksi PPP yang mengajak masyrakat Indonesia boikot produk Amerika.

"Kami juga mendorong upaya boikot terhadap produk-produk Amerika Serikat yang berada di Indonesia sebagai bentuk protes atas rencana tersebut," kata Ketua Fraksi PPP Reni Marlinawati.

Menurut Reni, pemboikotan tersebut sebagai pesan bahwa bangsa Indonesia mendorong secara serius atas kemerdekaan Palestina dan menolak segala upaya pelemahan dan perjuangan rakyat Palestina.

Sementara itu, anggota Fraksi NasDem kurtubi menyayangkan sikap Amerika Serikat tersebut yang akan menggangu proses perdamaian di Timur Tengah.

Ia berharap Sidang darurat Dewan Keamanan PBB dapat mengehentikap sikap sepihak tersebut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengecam pengakuan sepihak Donald Trump terkait penetapan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Presiden Jokowi juga meminta Amerika Serikat mempertimbangkan lagi keputusannya.

Halaman
1234
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help