TribunMedan/

Rapat Paripurna DPR Dihujani Interupsi soal Yerusalem

"Pengakuan sepihak AS tersebut mengancam proses perdamaian di Timur Tengah," ujar Aria Bima dalam Paripurna

Rapat Paripurna DPR Dihujani Interupsi soal Yerusalem
TRIBUNJATENG
Ilustrasi rapat DPR. (TRIBUNJATENG) 

Baca: Ulik Fakta Sejoli Remaja Bunuh Diri Bareng, Orangtua Korban Pergoki Keduanya Lakoni Hal Tak Patut

Baca: Seorang Pria Diberi Hukuman Mati Namun 20 Tahun Kemudian Terungkap Fakta Sebenarnya

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengakui secara sepihak Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Donald Trump mengatakan tidak ingin mengganggu upaya negosiasi damai Israel-Palestina dengan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, AS menjadi negara pertama yang melakukannya sejak pendirian negara Israel pada 1948.

Sesuai resolusi PBB, Jerusalem ditetapkan sebagai status quo sebagai langkah damai antara Palestina dan Israel.

Yerusalem merupakan salah satu kota tertua di dunia, terletak di sebuah dataran tinggi di Pegunungan Yudea antara Laut Tengah dan Laut Mati.

Kota ini dianggap suci oleh tiga agama, yakni Yahudi, Islam, dan Kristen.

Yerusalem merupakan kota tempat Yesus disalib, dimakamkan dan mengalami kebangkitan, oleh karena itu umat Kristen menganggap tempat ini suci.

Baca: Bikin Kaget, Ashanty Beber Pengakuan hendak Ceraikan Anang saat Pernikahan Seumur Jagung

Halaman
1234
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help