TribunMedan/
Home »

Cetak

Edisi Cetak Tribun Medan

Titip Barang Dimintai Uang Saat Kunjungi Suami di Rutan, Perempuan Ini Protes Malah Dipersulit

Keluarga pengunjung tahanan atau narapidana mengeluhkan perilaku tidak terpuji petugas Rumah

Titip Barang Dimintai Uang Saat Kunjungi Suami di Rutan, Perempuan Ini  Protes Malah Dipersulit
Tribun Medan
Ilustrasi pungli di Rutan 

TRIBUN -MEDAN.com- Keluarga pengunjung tahanan atau narapidana mengeluhkan perilaku tidak terpuji petugas Rumah Tahanan (Rutan) Klas IA Tanjunggusta, Medan. Didapati beberapa kasus dugaan pungutan liar.

Pengunjung diminta membayar uang jasa penitipan barang-barang yang dilarang dibawa saat menemui keluarga di dalam tahanan, misalnya telepon seluler.

Seperti diungkapkan pengunjung Rutan Tanjunggusta, inisial AM. Saat bertemu dengan Harian Tribun Medan/Tribun-Medan.com, Sabtu (21/11) silam, ibu berkunjung sambil menggendong anak itu merasa kesal sebab saban Sabtu harus berhadapan dengan oknum petugas rutan yang melakukan pungutan liar padanya.

"Saya datang mengunjungi suami. Ibu itu memang selalu begitu (meminta uang). Saya yang setiap Sabtu berkunjung sampai merasa heran kok masih ada ya praktik pungli di rutan ini. Apa enggak cukup gaji mereka makanya mintain uang orang," kata AM kepada Tribun Medan /Tribun-Medan.com.

Penuturan AM, ia sering berdebat dengan petugas rutan karena tak mau memberi uang. Setiap tidak memberi uang, perlakuan yang tidak mencerminkan rasa kenyamanan yang ia terima.

Akibat tidak memberi uang, petugas rutan sengaja memperlama mengembalikan handphone miliknya.

"Cuma awal-awal saja saya mau ngasih uang, tapi sejak tahu setiap pengunjung tidak dikenakan biaya apapun, saya tidak pernah ngasih lagi. Tapi, ya, kalau enggak dikasih, ibu itu suka ribut. Ujung-ujungnya, hp saya lama dikembalikan," ucapnya.

Ternyata, permintaan uang oleh petugas penjaga penitipan ponsel tidak hanya dialami AM. Setiap pengunjung usai berkunjung, juga menjadi koraban pungutan liar petugas rutan.

Pengunjung yang berjalan dari pintu keluar lalu menuju pos penitipan barang, terlihat merogoh kantong dan membuka isi dompet.

Pengunjung RA juga. Remaja berbadan gempal yang berkunjung bersama orangtuanya ini menuturkan hal yang sama dialami AM.

Halaman
12
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help