TribunMedan/
Home »

Cetak

Edisi Cetak Tribun Medan

Titip Barang Dimintai Uang Saat Kunjungi Suami di Rutan, Perempuan Ini Protes Malah Dipersulit

Keluarga pengunjung tahanan atau narapidana mengeluhkan perilaku tidak terpuji petugas Rumah

Titip Barang Dimintai Uang Saat Kunjungi Suami di Rutan, Perempuan Ini  Protes Malah Dipersulit
Tribun Medan
Ilustrasi pungli di Rutan 

"Iya, bang. Tadi kata ibu yang jaga, dia minta uang minum. Karena aku enggak punya uang, kuminta sama mama. Terus kukasih Rp 2 ribu aja. Aku enggak tahu kalau nitip HP itu harus bayar. Soalnya baru pertama kali ke sini," ucap RA.

Informasi yang dialami AM dan RA ternyata memang terjadi dan dialami wartawan Tribun Medan. Praktik pungli di Rutan Klas IA Tanjunggsuta didapati tatkala Tribun Medan masuk ke dalam rutan sebagai pengunjung.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan berhasil masuk hingga keluar rutan, Tribun Medan nyaris tidak menemukan adanya kejanggalan.

Namun ketika berhadapan dengan petugas jaga di tempat penitipan barang, suara seorang perempuan terdengar meminta uang. Dari ucapan petugas itu, permintaan uang kepada pengunjung sebagai tanda jasa telah menjaga handphone pengunjung selama berkunjung ke rutan.

Setiap pengunjung memang diminta menitipkan telepon seluler sebelum diizinkan menjumpai keluarga atau kawan di rumah tahanan.

"Kasihlah kami uang minumnya. Masa enggak kasihan nengok kami. Terserah mau berapa ngasihnya," ucap perempuan berambut ikal ini seraya mengangguk. Mendengar permintaan itu, Tribun Medan memberikan uang Rp 25 ribu kepada petugas.

Setelah menerima uang, barulah petugas tersebut menyerahkan handphone.
Masalah penyelundupan telepon seluler atau handphone, pungutan liar dan narkoba (Halinar) masih menjadi pekerjaan rumah yang tak pernah tuntas dalam rumah tahanan negara (rutan) maupun lembaga pemasyarakatan (lapas).

Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) jauh hari sudah mengingatkan dengan menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar. Ditambah lagi, Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Nomor 78 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar. Tim Saber Pungli pun telah dibentuk, namun tetap saja belum ada efek jera bagi para pelaku pungli.

Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help