TribunMedan/
Home »

Cetak

Edisi Cetak Tribun Medan

Kepling Keluhkan Batas Usia 55 Tahun

Kepala lingkungan (kepling) mengeluhkan adanya batasan usia menjabat dalam Peraturan Daerah (Perda) No 9 Tahun 2017 yang baru saja disahkan.

Kepling Keluhkan Batas Usia 55 Tahun
http://pemkomedan.go.id/
Kepala lingkungan. 

MEDAN, TRIBUN-Kepala lingkungan (kepling) mengeluhkan adanya batasan usia menjabat dalam Peraturan Daerah (Perda) No 9 Tahun 2017 yang baru saja disahkan DPRD Medan.

Dalam Perda yang berisikan tentang pembentukan lingkungan, pengangkatan dan pemberhentian kepala lingkungan, terjabar batas usia kepling yakni 55 tahun.

Kepala Lingkungan 2 Kelurahan Kesawan Medan, Muklis Tanjung mengatakan, keberatan apabila batas usia 55 tahun menjadi batas usia menduduki jabatan kepala lingkungan. Sebab, menurutnya alasan pembatasan usia jabatan kepling tidak sesuai dengan landasan berpikir disahkannya Perda tersebut.

"Rata-rata kepling ini usianya di atas 55 tahun. Dalam Perda ini dibatasi usia 55 tahun. Bahkan banyak di atas 60 tahun dan itu masih gesit. Bahkan yang muda muda lebih malas bekerja," kata pria yang berusia 60 tahun lebih ini, Jumat (8/12).

Dalam Perda No 9 Tahun 2017, alasan dasar membatasi usia menjabat kepling, dikarenakan produktivitas dan energisitas yang semakin menurun, dikarenakan sudah memasuki usia lanjut. Hal ini pun dibantah Muklis Tanjung. Menurutnya, hampir semua kepling yang berusia lanjut masih produktif dan energik dalam menjalankan tugas.

"Jadi yang penting dilihat, dedikasinya kepada masyarakat yang penting mau kerja. Kalau dia sudah di atas 55 tahun tapi masih gesit, kenapa tidak diperjuangkan? Kami harap ini diperhatikan," katanya.

Selain itu, pada Perda No 9 Tahun 2017, termaktub masalah tempat tinggal kepling. Saat ini masih ada kepling yang tidak tinggal di lingkungan yang ia pimpin. Seperti yang disampaikan Hartati, Warga Lingkungan 12 Seiagul Medan.

Ia mengatakan, kepling yang memimpin lingkungan mereka tidak berdomisili di lingkungan 12. Sehingga terkesan kurang maksimal dalam melayani kebutuhan warga.

"Kepling kami tidak tinggal di tempat kami. Jadi kami mau urus apa-apa jadi susah. Dia Kepling di Seiagul, tapi tinggalnya di Seilalas,"katanya.

Muklis Tanjung, yang menjabat sebagai Kepling 2 Kesawan juga mengaku dirinya tidak tinggal di daerah yang ia pimpin.

Halaman
123
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help