KPUD Dairi Perlihatkan Video Dugaan Kecurangan Paslon Harum

Dalam video yang berdurasi kurang lebih 15 detik itu tampak seorang tim sukses paslon membawa tambahan dukungan e-KTP

KPUD Dairi Perlihatkan Video Dugaan Kecurangan Paslon Harum
TRIBUN MEDAN/Tommy Simatupang
KPU Dairi menunjukkan video dugaan kecurangan Tim Harum dalam persidangan musyawarah penyelesaian sengketa Pilkada di Hotel Mutiara Dairi, Rabu (13/12/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dairi menunjukkan video rekaman dugaan kecurangan tim pasangan calon perseorangan Harungguan Sianturi-Umar Ujung (atau yang biasa disebut Harum). KPU menunjukkan video rekaman tersebut di depan paslon, Pantia Pengawas Pemilih (Panwaslih), dan hadirin yang hadir dalam Musyawarah penyelesaian sengketa Pilkada di Hotel Mutiara Dairi, Rabu (13/12/2017).

Dalam video yang berdurasi kurang lebih 15 detik itu tampak seorang tim sukses paslon membawa tambahan dukungan e-KTP atau surat keterangan dari dalam tasnya untuk dimasukkan dalam berkas dukungan. Padahal, berkas dukungan sudah mulai dihitung.

Baca: Calon Kades Ini Heran Mengapa Tidak Ada Yang Memilihnya, Termasuk Istri dan Saksi

Baca: Ikut Pilkada Bukan untuk Kekuasaan, Jr Saragih Ingin Berbuat yang Terbaik untuk Sumut

Baca: Ayo, Ikut Program Pemutihan Pajak Kendaraan, Akan Ada Penambahan Loket di Kantor Samsat

"Ini merupakan bukti kecurangan dari tim perseorangan paslon tersebut. Kami merekam kejadian ini,"ujar Komisioner KPU Dairi, Jenny di akhir jawaban gugatan di Hotel Mutiara Dairi, Rabu (13/12/2017).

Video tersebut pun diputar hingga leboh tiga kali. Bahkan, pihak KPU pun memperbesar gambar hingga tampak jelas aksi tersebut.

Namun, kuasa hukum Paslon Harum, Musala Simangunsong berkilah tentang hal ini. Bahkan, ia menilai KPU tidak mengawasi proses perhitungan.

"Itu bukti kecolongan dari KPU kenapa bisa terjadi hal ini,"kata Musala.

Pada pemutaran video, Harungguan Sianturi-Umar Ujung, kandidat calon bupati Dairi memilih meninggalkan ruangan.

Ketua Panwaslih, Jadi Berutu yang juga pimpinan majelis persidangan menunda persidangan pembacaan putusan.

Seperti diketahui, Paslon Harum telah membacakan gugatan keberatan terhadap keputusan KPU beberapa hari lalu.Tim Harum merasa dirugikan atas kegagalan lolos jumlah dukungan.(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help