Musyawarah Sengketa Pilkada, KPU Dairi Bantah Pernyataan Saksi Tim Harum

Dua orang saksi ini dilontarkan pertanyaan hingga lebih dari dua jam. Saksi juga sempat ditanya pihak KPU sebagai termohon.

Musyawarah Sengketa Pilkada, KPU Dairi Bantah Pernyataan Saksi Tim Harum
TRIBUN MEDAN/Tommy Simatupang
Persidangan Musyawarah Sengketa Pilkada di Hotel Mutiara Dairi, Rabu (13/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Dairi telah memeriksa dua orang saksi yang dihadirkan pemohon pasangan calon perseorangan Harungguan Sianturi-Unar Ujung (Harum).

Dua orang saksi yang diperiksa oleh Panwaslih merupakan utusan dari pemohon atau Tim Harum. Pemeriksaan saksi juga dilakukan saat Musyawarah Sengketa Pilkada di Hotel Mutiara Dairi, Rabu (13/12/2017).

Dua orang saksi ini dilontarkan pertanyaan hingga lebih dari dua jam. Saksi juga sempat ditanya oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai termohon.

"Saat kami melihat ada berkas Kecamatan yang terpisah-pisah. Lalu ada sekitar dua ribu berkas dukungan yang tak dimasukkan ke dalam berkas dukungan,"ujar saksi.

Baca: Anda Punya Kendaraan Bermotor Lebih dari Satu? Pemutihan Pajak juga Berlaku, Silakan Manfaatkan!

Baca: Makin Marak, Pemko Tobasa Akan Tertibkan Tambang Pasir Ilegal

Namun hal ini dibantah oleh Komisioner Divisi Penyelenggara Teknis, Freddy Sinaga. Ia mengungkapkan berkas tersebut dibawa oleh pihak pemohon dalam bentuk semerawut.

Lalu, ia juga mastikan dukungan dua ribu yang tak dapat dimasukkan ke dalam dokumen dukungan lantaran tak dalam posisi rangkap tiga.

"Sesuai peraturan yang diakomodir yakni tiga rangkap. Dan itu jumlahnga bukan dua ribu tetapi 1.400. Dan itu juga sudah pukul 22.30 Wib hari terakhir penghitungan,"ujar Freddy.

Seperti diketahui, hingga hari terakhir penghitungan Tim Harum hanya mampu mengumpulkan 18 ribu e-KTP atau surat dukungan dari syarat minimal 20.450.(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help