Sopo Mode Etnik Modifikasikan Oles Pakpak Jadi Pakaian yang Indah

Oles Pakpak yang terkenal dengan corak hitam ini pun dijadikan pakaian untuk perempuan mau pun laki-laki.

Sopo Mode Etnik Modifikasikan Oles Pakpak Jadi Pakaian yang Indah
Tribun Medan/Tommy
Veryanto Sitohang saat menunjukkan kain untuk ditawarkan di Sopo Mode etnik, Jalan Empat Lima, Sidikalang, Selasa (19/12/2017). 

SIDIKALANG, TRIBUN - Sopo Mode Etnik yang terletak di Jalan Empat Lima, Nomor 86 Sidikalang menawarkan kain Oles (selendang) Pakpak yang dimodifikasi menjadi pakaian.

Oles Pakpak yang terkenal dengan corak hitam ini pun dijadikan pakaian untuk perempuan mau pun laki-laki. Sopo Mode Etnik berada dalam sebuah rumah dengan hiasan aksesoris nusantara.

Oles Pakpak memiliki tiga jenis yakni Sorisori, Perdabaitak, dan kolangkolang. Pakaian yang dihasilkan ini menarik untuk dipakai pada acara formal atau cenderamata.

Veryanto Sitohang, pemilik Sopo Mode Etnik yang sekaligus juga desainer menceritakan bahwa toko ini dibangun atas hobi mengumpulkan kain-kain dari seluruh nusantara.

Namun, untuk modifikasi motif Oles Pakapak, Veryanto mengaku yang pertama kali di Kabupaten Dairi.

Baca: Komisioner KPU Dairi Bantah Ada Salinan Sisa Dukungan Sengketa di Kantor

"Awalnya karena saya suka traveling. Setiap berangkat travelling saya bawa tas kosong untuk kain-kain. Lalu, saya berpikiran untuk melakukan modifikasi,"ujar Veryanto sembari mengatakan Sopo Mode Etnik telah berdiri selama empat tahun.

Selain Oles Pakpak, Sopo Mode Etnik juga menawarkan ulos batak, mulai dari Toba, Mandailing, Simalungun, Karo, Nias, dan Angkola.

Ada juga kain dari Timur-timur dan NTT. Semua itu juga ada yang dimodifikasi menjadi pakaian yang menarik.

Baca: Seorang PNS Lagi Beli Alat Tulis, Uang Rp 50 Juta Milik Dinas Perizinan di Jok Sepeda Motor Raib

Harga untuk pakaian berbahan dasar kain nusantara, Veryanto mebandrol mulai dari Rp300 ribu hingga Rp 2 juta.

Menariknya, keuntungan yang didapat dari penjualan kain ini disisihkan sebagian untuk membantu pendampingan kasus kekerasan perempuan dan anak.

"Bisnis ini kami sebut pilantropi mksdnya gerakan bisnis untuk amal. Sebagian keuntungan usaha ini untuk menangani kasus perempuan dan anak. Kita dampingi para korban,"tambahnya.

Veryanto juga menerima pesanan via media sosial yakni facebook.(*)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help