TribunMedan/

Bungaria Terharu Bisa Nikmati Malam Natal dengan Pemugaran Rumah dari Kepolisian Dairi

Rumah Bungaria Nainggolan telah selesai 85 persen pemugaran. Pantuan Tribun, dinding papan yang

Bungaria Terharu Bisa Nikmati Malam Natal dengan Pemugaran Rumah dari Kepolisian Dairi
Tribun Medan/Tommy
Kondisi rumah Bungaria Nainggolan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Rumah Bungaria Nainggolan telah selesai 85 persen pemugaran. Pantuan Tribun, dinding papan yang lapuk kini telah digantikan dengan papan yang baru. Seng yang bocor telah diganti dengan yang baru.

Lebih dari delapan tukang sejak Selasa (19/12/2017) membangun rumah bungaran dengan ukuran 5×6 meter. Alas rumah yang awalnya hanya tanah, kini sudah disemen untuk lebih layak ditempati.

Rumah yang awalnya tak memiliki lampu dan kamar mandi kini telah dibangun. Pembangunan ini diprediksi rampung sebelum malam natal.

Bungaria Nainggolan, pemilik rumah kepada Tribun Medan/tribun-medan.com mengungkapkan terima kasih kepada setiap donatur yang menyumbangkan dananya untuk membangun rumahnya lebih layak.

Ia merasa terharu dapat menikmati malam natal dengan lebih nyaman.

"Terima kasih buat semua yang menyumbangkan dana untuk membangun rumah saya ini. Saya dan anak saya dapat menikmati malam natal dengan nyaman,"ujarnya sembari mengusap air matanya di Desa Sigalingging, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Kamis (21/12/2017).

Dalam pembangunan ini, panitia pembangunan berasal dari kepolisian Dairi. Turut hadir saat itu, Kapolres Dairi, AKBP Januario Jose Morais. Kapolres mengungkapkan niatnya membangun rumah Bungaria, karena merasa sedih.

"Awalnya saya membaca berita tersebut, dan melihat rumahnya yang betul-betul kurang layak. Makanya, tergerak hati saya untuk mengumpulkan personel ini semua untuk membamgun,"ujarnya di sela-sela melihat pembangunan.

Diketahui, Bungaria Nainggolan merupakan janda dengan empat anak tinggal di rumah yang hanya beralskan tanah. Rumah tersebut pun tak memiliki kamar mandi dengan atap dan dinding yang bocor. Ia hanya bekerja sebagai butuh tani dengan upah Rp 50 ribu sekali panggilan.

Kondisi awal rumah Bungaria Nainggolan, waktu lalu.
Kondisi awal rumah Bungaria Nainggolan, waktu lalu. 

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help