Edisi Cetak Tribun Medan

Korban Penikaman di Kapal Wira Glory Dimakamkan, Perkara Sepele Ini Ternyata yang Picu Amarah

Tiga jenazah insiden penikaman di atas kapal penyeberangan Wira Glory tiba di Pelabuhan Gunung Sitoli

Korban Penikaman di Kapal Wira Glory Dimakamkan, Perkara Sepele Ini Ternyata yang Picu Amarah
Tikam 

 TRIBUN-MEDAN.com--Tiga jenazah insiden penikaman di atas kapal penyeberangan Wira Glory tiba di Pelabuhan Gunung Sitoli, Pulau Nias, Kamis (21/12), pukul 08.00 WIB.

Di rumah duka, kedatangan jenazah yang diantar oleh polisi itu disambut histeris dan ratap tangis.

Prosesi pemakaman Peringatan Nduru (25) di Desa Botohili, Kecamatan Lahusa, Nias Selatan, merebakkan suasana haru yang mencekam.

Nduru dan Demajaatulo Laia (56), pelaku penikaman, berasal dari desa yang sama. Jenazah keduanya pun tiba dalam waktu yang bersamaan, di antar oleh polisi dari Polres Nias Selatan. Polisi berjaga-jaga hingga prosesi selesai.

Pihak keluarga Peringatan Nduru tidak ingin memperpanjang persoalan. "Sudahlah, tak usah diberitakan lagi. Kami yang berduka di sini," ucap seorang keluarga korban yang namanya tak ingin disebut.

Paur Subbag Humas Polres Nias, Bripka Restu Gulo, mengatakan pihaknya hanya mengantar jenazah Nduru dan Laia, sedangkan Anugerah Waozatullo Zebua (25), masinis dua kapal Wira Glory, dijemput pihak keluarga. Zebua warga Gunung Sitoli.

"Untuk korban Peringatan Nduru dan pelaku Demajaatulo Laia kita berkoordinasi dengan pihak Polres Nias Selatan setelah sebelumnya pemulangan mereka diselesaikan Polres Sibolga," katanya pada Tribun lewat sambungan telepon selular.

Baca: Mudik Berdarah di Kapal Wira Glory Menuju Nias, Penumpang: Kami Semua Ketakutan

Baca: VIDEO: Mudik Berdarah di KM Wiraglory Sibolga- Nias, Tiga Orang Tewas

Komandan Pos TNI AL Gunung Sitoli, Letda Laut Warnadi, mengatakan pembunuhan sadis yang membuat tiga nyawa melayang dan satu korban lain yang masih dalam kondisi kritis ini bermula dari persoalan sepela.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, Demajaatulo Laia mengamuk setelah seorang ABK (Anak Buah Kapal) menjatuhkan tali kapal yang mengenai kakinya.

Laia tidak terima meski ABK tersebut telah meminta maaf.

"Dia sempat pergi namun ternyata kembali lagi dengan membawa pisau. Namun tidak ketemu. Pelaku kemudian menikam tiga orang yang mencoba melerai amarahnya. Dua di antara yang ditikam meninggal dunia," ucapnya.

Korban penikaman ketiga, Odalige Harefa (50), warga Desa Limbabarora, Gunung Sitoli, masih dalam kondisi kritis dan dirawat di rumah sakit di Sibolga. (tio)

Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help