Tobasa Rawan Longsor, Warga Harus Waspadai Beberapa Titik

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tobasa, Marasi Simamora membenarkan Kabupaten Tobasa tergolong wilayah yang rawan bencana.

Tobasa Rawan Longsor, Warga Harus Waspadai Beberapa Titik
Tribun Medan/Arjuna
Longsor di Desa Meat Siuga, Kecamatan Tampahan, Balige, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara, Minggu (17/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, BALIGE - Beberapa desa di Tobasa tampak longsor, apalagi selama musim penghujan berlangsung.

Lokasi berbukit yang memiliki kemiringan tampak rawan longsor seperti terpantau di Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kecamatan Silaen, dan Kecamatan Tampahan, Jumu

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tobasa, Marasi Simamora membenarkan Kabupaten Tobasa tergolong wilayah yang rawan bencana. Potensi longsor menjadi dominan terjadi.

"Kondisi geografis wilayah yang dikelilingi lembah dan perbukitan yang curam juga menjadi faktor kerawanan bencana," sebutnya.

Baca: Bawaslu: Ini Daerah Rawan dan Berpotensi Terjadi Kecurangan saat Pilkada

Berdasarkan data rekapitulasi BPBD Tobasa selama periode Januari-November 2017, ancaman bencana rawan longsor dibagi menjadi tiga kelas. Kategori ancaman tersebut yakni, rendah, sedang dan tinggi.

Kecamatan Pintu Pohan Meranti berpotensi longsor dengan tingkat indeks yang tinggi. Lokasi tersebut yakni di Desa Meranti dan Jambu Dolok dengan bobot 90 persen.

"Pintu Pohan termasuk paling tinggi rawan longsor,"sebutnya

Katanya, ada total 44 kejadian bencana berdasarkan data rekapitulasi BPBD Taput selama periode Januari-November 2017. Kejadian tersebut terdiri dari 36 bencana tanah longsor, 7 bencana banjir dan pohon tumbang.

Sementara longsor tingkat tinggi kedua yakni, kecamatan Silaen tepatnya di Desa Panindi dan Desa Ombur serta Kecamatan Parmaksian di Desa Sosor Ladang.

"Pintu Pohan termasuk paling tinggi rawan longsor,"sebutnya

Katanya, ada total 48 kejadian bencana berdasarkan data rekapitulasi BPBD Tobasa selama periode Januari-November 2017. Kejadian tersebut terdiri dari bencana tanah longsor, bencana banjir dan pohon tumbang, kebakaran serta tenggelam.

Hampir seluruh wilayah kecamatan di Tobasa rawan longsor. Sementara kecamatan yang juga termasuk rawan banjir yaitu Kecamatan Ajibata, Bonatua Lunasi, Lguboti, Lumban Julu, Nassau, Porsea, Siantar Narumonda, Silaen, Tampahan dan Kecamatan Uluan.

Menurutnya, tingginya curah hujan dikhawatirkan rawan menimbulkan banjir. Apalagi daerah yang berdekatan dengan berpotensi banjir hingga jebolnya irigasi yang merusak areal persawahan.(*)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved