JR Safari Natal Sembari Serukan Toleransi

Pemerintah Kabupaten Simalungun dipimpin Jopinus Ramli Saragih terus menyerukan toleransi lewat Safari Natal bersama masyarakat

JR Safari Natal Sembari Serukan Toleransi
TRIBUN MEDAN/M Azhari Tanjung
Bupati Simalungun JR Saragih di perayaan Natal dan Tahun Baru Pemerintahan Kabupaten Simalungun di Balai Murni, Perdagangan, 

TRIBUN-MEDAN.com, RAYA - Pemerintah Kabupaten Simalungun dipimpin Jopinus Ramli Saragih terus menyerukan toleransi lewat Safari Natal bersama masyarakat. JR berkunjung ke  tujuh lokasi, mulai dari Serbelawan hingga berakhir di Kecamatan Siantar. 

"Kabupaten Simalungun memiliki toleransi beragama yang kuat. Sebelum perayaan Natal, Pemerintahan Kabupaten Simalungun di bawah kepemimpinan Bupati Simalungun JR Saragih melakukan safari ramadhan, kemudian di Natal juga dilakukan hal yang sama. Ini membuktikan bahwa Kabupaten Simalungun memiliki toleransi beragama yang sangat kuat," ucap warga Siantar Endang di Lapangan Batu Tujuh, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Kamis (21/12).

Diakuinya, dalam perayaan Natal bersama tersebut bukan hanya dihadiri oleh masyarakat beragama Kristen saja, melainkan agama Muslim dan lainnya ikut meramaikan.

"Bisa dilihat, perempuan berjilbab dan pria memakai peci pun juga hadir di perayaan Natal masyarakat bersama Pemerintahan Kabupaten Simalungun. Ini menandakan bahwa Bapak JR telah menyatukan masyarakat dengan penuh kedamaian," bebernya.

Warga Tebing, Yoni Tampubolon juga melihat bahwa perayaan Natal ini memiliki keharmonisan antara Pemerintahan Kabupaten Simalungun dengan masyarakat.

Baca: Menebar Kasih, Begini Kepedulian JR Saragih untuk Anak Penderita Hidrosefalus

"Suasana Natal yang mencair ini menandakan bahwa Kabupaten Simalungun bisa menjadi contoh buat wilayah lainnya di Sumatera Utara untuk selalu menjaga kerukunan beragama," tambahnya.

Bupati Simalungun JR Saragih mengatakan, Kabupaten Simalungun memiliki banyak perbedaan suku, agama maupun golongan. JR Saragih berharap, melalui wajah baru dari Gereja GKPS Kongsilaita ini bisa bersatu dan bersama-sama memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui iman yang berbeda-beda sehingga diharapkan di dalam kemajemukan ini kekondusifan masyarakat agar tetap dipertahankan. 

"Mari kita bersama-sama untuk membangun Tanah Habonaron Do Bona, saling menghargai, mengikat kesatuan untuk menjunjung tinggi Pancasila," katanya.(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved