Bikin Merinding, Ada Suara Orang Mengaji di Museum Tsunami Aceh Saat Berada di Lorong Nama Korban

Menelisik sejenak kilas balik Tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004 silam

TRIBUN-MEDAN.COM, BANDA ACEH – Menelisik sejenak kilas balik Tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004 silam, tsunami ini tercatat dalam sejarah sebagai musibah terbesar yang pernah terjadi di dunia.

Gempa berkekuatan 9,8 skala richter menyebabkan gelombang tinggi mencapai 30 meter.

Bencana paling menyedihkan tersebut, menewaskan 230.000 hingga 280.000 jiwa.

Gempa dan tsunami ini merupakan salah satu bencana alam paling mematikan sepanjang sejarah.

Semua pristiwa tsunami yang meluluh lantakan Aceh ini semua terabadikan dalam Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh.

Baca: Potret Masjid Raya Baiturrahman Sekarang setelah 13 Tahun Tsunami Aceh Berlalu

Museum ini dirancang Ridwan Kamil dengan struktur empat lantai dengan dinding lengkung ditutupo relief geometris.

Untuk masuk ke dalam museum, pengunjung masuk melalui lorong sempit dan gelap di antara dua dinding air yang tinggi.

Lorong itu menggambarkan suasana kepanikan saat tsunami.

Dinding museum dihiasi gambar orang menari Saman -menggambarkan makna simbolis akan kekuatan, disiplin, dan kepercayaan religus suku Aceh untuk bangkit-.

Atap museum ini berbentuk gelombang laut.

Lantai dasarnya dirancang mirip rumah panggung tradisional Aceh yang selamat dari terjangan tsunami.

Pada satu dinding museum ini juga memuat nama-nama korban bencana alam itu.

Satu sisi atap juga terdapat atap berlafazkan Allah.

Penulis: Silfa Humairah
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help