KPU Dairi Tuntas Verifikasi Administrasi Pasangan Calon Bupati dan Wakil

Kegandaan, pendukung dari birokrat (PNS), menggunakan KTP lama, dan ada juga yang tidak kelihatan KTPnya.

KPU Dairi Tuntas Verifikasi Administrasi Pasangan Calon Bupati dan Wakil
TRIBUN MEDAN/Tommy Simatupang
Veryanto Sitohang, Komisioner Bidang Hukum KPU Kabupaten Dairi, waktu lalu.

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dairi telah menyelesaikan verifikasi administrasi pasangan calon bupati/wakil bupati Kabupaten Dairi jalur perseorangan Harungguan Sianturi-Umar Ujung atau yang seting disebut Harum.

Paslon Harum yang memeroleh dukungan sebanyak 20.847 atau lebih dari syarat minimal 20.450 ini masih meninggalkan catatan buruk di administrasi.

Komisioner KPU Dairi, Veryanto Sitohang mengatakan, ada empat ribu administrasi dukungan tidak memenuhi syarat (tms). Sekitar empat ribu ini meliputi kegandaan, pendukung dari birokrat (PNS), menggunakan KTP lama, dan ada juga yang tidak kelihatan KTPnya.

Baca: Lawan Asam Kumbang, PSMS Medan Kalah Lagi

Baca: Gadis Korban Pajero Maut Ternyata Hendak Menikah Februari, Tetangga Terkejut

Veryanto juga mengungkapkan berkas dukungan Harum yang berantakan membuat personel KPU kewalahan. Hal ini juga yang membuat pihak KPU rumit dalam penelitian administrasi.

"Tidak terdokumentasi dengan baik. Ini yang membuat rumit untuk penelitian administrasinya. Sehingga membutuhkan personel banyak untuk memeriksa punya mereka (Harum),"ujar Veryanto, Rabu (27/12/2017).

Paslon Harum merupakan paslon yang mendapatkan tahapan khusus penghitungan. Pasalnya, Harum sebagai pemenang gugatan dalam sengketa terhadap KPU waktu lalu.

Sementara KPU juga telah menerima berkas data verifikasi faktual dari kecamatan untuk paslon perseorangan Rimso Sinaga-Bilker Purba. Namun, pihak KPU belum dapat memberikan statetmen berapa data tms paslon tersebut.(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help