Natal dan Tahun Baru, Kapolsek Parapat Patroli PKL di Destinasi Wisata Danau Toba

Kapolsek sosialisasi kepada para pedagang agar pada tanggal 30 Desember 2017 tidak lagi berdagang di sepanjang trotoar.

Natal dan Tahun Baru, Kapolsek Parapat Patroli PKL di Destinasi Wisata Danau Toba
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
Kapolsek Parapat AKP Hitler Sihombing menghampiri pedagang kaki lima 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, RAYA - Destinasi wisata Danau Toba mendadak ramai dipadati pedagang kaki lima musiman. Kondisi semrawut pun terjadi saat Natal dan diprediksi hingga menjelang Perayaan Tahun Baru 2018, lantaran pedagang menjajakan berbagai dagangan di trotoar jalan, Rabu (27/12/2017)

Tak hanya pedagang lokal, pedagang asal Kota Pematangsiantar juga ikut memanfaatkan momen demi mengais rezeki dari berbagai pengunjung. Seperti Ikna Manik yang berdagang kaca mata keliling.

"Namanya juga musim Nat dan Tahun Baru, jadi dari Siantar sengaja datang ke Danau Toba karena banyak pengunjung. Lumayan rezeki," kata Ikna Manik.

Menyikapi kondisi ini, Kapolsek Parapat AKP Hitler Sihombing bersama Kanit Sabhara dan Kanit Binmasnya melaksanakan patroli dan menghampiri sekelompok Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di sepanjang kaki lima depan Hotel Inna Parapat Jalan Marihat Kelurahan Tiga Raja Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun.

Baca: Kawanan Pembobol Rumah dan Pencuri Motor Ditangkap, 5 Pelaku Pincang Ditembak Polisi

Baca: Meriah! Djarot Disambut Tortor Batak di Samosir

Demi kenyamanan wisatawan, kapolsek memberikan sosialisasi kepada para pedagang agar pada tanggal 30 Desember 2017 tidak lagi berdagang di sepanjang trotoar. Pasalnya, dikhawatirkan akan memicu semakin macetnya jalur wisata.

"Sehubungan untuk mengurangi potensi kemacetan arus lalu akan dilakukan pembersihan trotoar jalan di sepanjang depan Hotel Inna Parapat oleh Sat Pol PP dari Pemerintah Kabupaten Simalungun. Paling lama 30 Desember sudah jangan berjualan di trotoar lagi," tegas Hitler.

Para pedagang yang mengaku berasal dari Medan dan Parapat, menerangkan bahwa mereka berjualan sudah diketahui oleh pihak kelurahan dengan membayar retribusi sampah sebesar Rp. 2.000 per harinya. Pun demikian mereka tetap diimbau mengikuti aturan yang berlaku.

Kegiatan patroli ini akan terus dilaksanakan hingga Tahun Baru untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan dan kenyamanan wisatawan, mengingat Danau Toba satu di anita 10 Kawasan Strategis Nasional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Anggota polri akan terus berjaga selama 24 jam untuk masyarakat bisa merasa lebih terlindungi dan terayomi.(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help