TribunMedan/

Pria Ngaku TNI Diduga Curi Lembu, Mobil Xenia yang Ketinggalan Dirusak Warga

Kapolsek Bangun AKP Putra J. Purba menjelaskan, pengrusakan mobil diakibatkan pengendara mobil melakukan pencurian ternak lembu

Pria Ngaku TNI Diduga Curi Lembu, Mobil Xenia yang Ketinggalan Dirusak Warga
ist
Mobil Xenia dirusak warga Nagori Silampuyang Siantar 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, RAYA - Satu unit mobil Xenia Silver Nomor Polisi BK1429 ZE dirusak massa di Afdeling II 04 E Nagori Silampuyang Siantar, Kabupaten Simalungun. Mobil itu membawa lembu yang bukan milik si pengemudi Xenia.

Kapolsek Bangun AKP Putra J. Purba menjelaskan, pengrusakan mobil diakibatkan pengendara mobil melakukan pencurian ternak lembu warga tadi malam sekira pukul 20.30 WIB. Akibat kejadian tersebut, mobil mengalami rusak berat ditaksir kerugian berkisar Rp 20 juta.

Baca: Hadiri Resepsi Pernikahan di Kampung Kabandungan, Jokowi dan Ibu Iriana Masuk dari Gang Sempit

Baca: Provost Ciduk Polisi Pesta Sabu yang Viral di Medsos, Pemeriksaan Propam Masih Berlangsung


"Kejadiannya tadi malam, berawal sekira pukul 20.00 WIB, ketika Satpam Kebun Marihat melakukan patroli ke blok 01B, menemukan dua orang laki-laki yang tidak dikenal menaikkan buah restan ke dalam satu unit mobil Xenia Silver BK 1429 ZE," kata Kapolsek, Kamis (29/12/2017).

Melihat kedatangan Satpam Kebun Marihat, kedua laki-laki itu langsung menurunkan empat tandan buah sawit dari pintu belakang mobil, lalu melarikan diri dengan mengendarai mobil melaju ke arah Pos Palang I.

"Salah seorang Satpam kebun bergegas menghubungi piket Pos Palang I untuk menutup palang. Saat tiba di Pos Palang I, melihat palang ditutup, kedua laki-laki tersebut menyuruh untuk membuka palang dan mengaku sebagai anggota TNI. Melihat petugas jaga palang tidak menghiraukannya, mobil memutar balik arah menuju Huta IV Gerak Tani dengan kecepatan tinggi," kata kapolsek.

Karena di lokasi perkampungan mobil melaju dengan kecepatan tinggi, masyarakat berteriak maling lembu. Sehingga masyarakat dari Huta IV Gerak Tani Huta Pondok Pete dan Huta V Nagori Silampuyang Kecamatan Siantar melakukan pengejaran hingga mobil dapat dihentikan di Afdeling II 04 E Nagori Silampuyang Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun dan massa langsung melakukan pengerusakan.

Kedua laki-laki yang tidak dikenal itu berhasil melarikan diri.

Informasi yang diperoleh, bahwa pihak perkebunan yang diwakili Pa Pam Kebun Marihat S. Siahaan melakukan koordinasi dengan pihak Yonif 122/ TS yang diwakili oleh Sertu Suadi Simaremare dan didapat kesepakatan permasalahan ini diselesaikan kemudian mobil dibawa ke Yonif 122/TS dengan membuat berita acara serah terima

Hasil koordinasi yang dilakukan dengan pihak Yonif 122/ TS dan pihak Perkebunan Marihat, kedua belah pihak mengaku tidak mengetahui identitas siapa pemilik dan pelaku pengerusakan mobil tersebut. Sampai saat ini belum ada laporan resmi yang dibuat ke Polsek Bangun mengenai pengrusakan atau pun pencurian buah sawit tersebut.

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help