Travel

Aek Sipaulak Hosa Loja 'Penyembuh Lelah' Punya Aturan-aturan yang Dianggap Sakral

Aek Sipaulak Hosa Loja disalurkan dengan bambu. Airnya pun jernih dan dingin.

Aek Sipaulak Hosa Loja 'Penyembuh Lelah' Punya Aturan-aturan yang Dianggap Sakral
TRIBUN MEDAN/Tommy Simatupang
Pengunjung minum Aek Sipaulak Hosa mengguankan wadah daun sirih, Silalahi, Kabupaten Dairi, Jumat (29/12/2017 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Kabupaten Dairi memiliki satu tempat wisata yang cukup sakral. Namanya, Aek Sipaulak Hosa Loja atau Sipenyembuh Lelah. Lokasinya terletak di bukit Silalahi. Aek Sipaulak Hosa Loja merupakan sebuah mata air dari legenda perjalanan Raja Silalahisabungan.

Aek Sipaulak Hosa Loja disalurkan dengan bambu. Airnya pun jernih dan dingin. Terdapat dua pondok sebagai tempat menaruh sirih yakni Pondok Boru dan Hula-hula.

Baca: Sadis, Kebiasaan Komplotan Penjahat Jalanan Pakai Narkoba Sebelum Beraksi

Baca: Detik-detik Satpol PP Gerebek PSK yang Layani Tamu dengan Tarif Rp 150 Ribu

Baca: Teman-temannya Ditembak Mati, Begini Pengakuan Begal yang Masih Hidup

Kesakralan lokasi Aek Sipaulak Hosa Loja ini memiliki peraturan yakni dilarang membawa aksesoris budaya di luar Batak Toba.

"Tidak boleh menbawa adat lain. Hanya boleh adat batak. Ulos hanya boleh diselempangkan tidak boleh dililit di kepala,"ujar, Halomoan Sidabutarsilalahi penjaga Aek Sipaulak Hosa Loja, Jumat (29/12/2017).

Untuk mandi di sumber air ini, pengunjung hanya boleh menggunakan buah jeruk purut sebagai pengganti sabun. Juga, membawa daun sirih untuk wadah minum.

Pemerintah Kabupaten Dairi menyatakan lokasi ini sebagai tempat wisata yakni pada tahun 2007. Namun sayangnya pembanguan juga belum sempurna. Pinggir jalan menuju sumber air tidak memiliki pembatas. Hal ini dapat membahayakan pengunjung.

"Empat tahun lalu saya mohon jalan ini, baru sekarang dicor. Kami sekarang memohon untuk dibangun tiang di pinggir. Lalu secara pribadi saya ingin membangun gapura batak Toba,"pungkasnya.(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help