Semangat Baru Sumut

JR Resmikan Dolok Masagal Jadi Kecamatan Baru, yang Ke-32 di Kabupaten Simalungun

'Masyarakat telah mengubah kehidupan dari desa ke kecamatan yang tentunya membawa kesejahteraan jauh lebih baik,"

JR Resmikan Dolok Masagal Jadi Kecamatan Baru, yang Ke-32 di Kabupaten Simalungun
Bupati Simalungun JR Saragih 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, RAYA - Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih terus membangun Kabupaten Simalungun. JR Saragih, teranyar meresmikan Kecamatan Dolog Masagal, Jumat (29/12/2017)

Kecamatan Dolok Masagal menjadi Kecamatan ke-32. Kecamatan Dolog Masagal terdiri dari 10 Nagori yang ada di wilayah Kabupaten Simalungun yakni diambil dari lima Nagori yang ada di Kecamatan Pamatang Raya yaitu Nagori Bah Bolon, Raya Huluan, Raya Usang, Bintang Mariah, Dolok Huluan. Serta lima dari Nagori yang ada di Dolok Pardamean yakni Nagori Bangun Pane, Partuahan, Sinaman Labah, Pamatang Sinaman, dan Parjalangan.

Melalui peraturan Kementerian Dalam Negeri nomor 138/4119/BAK yang dikeluarkan tanggal 4 Juli 2017 serta Perda Nomor 3 tahun 2017 maka Kecamatan Dolog Masagal memiliki kode wilayah administrasi Pemerintahan Kecamatan Dolog Masagal, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara dengan nomor 138/6877/BAK maka resmilah Dolog Masagal menjadi salah satu kecamatan baru yang ada di Kabupaten Simalungun. Oleh karenanya, Kabupaten Simalungun memiliki 32 kecamatan.

Baca: Mata Najwa akan Kembali Tayang, Kira-kira Masih di Stasiun TV yang Dulu?

Baca: Sepanjang 2017, Kantor Imigrasi se-Sumut Total Terbitkan 215.404 Paspor

Kecamatan Dolog Masagal memiliki luas 105,77 KM yang sesuai dengan kecamatan sebagaimana tercantum dalam lampiran merupakan bagian tidak terpisahkan dengan peraturan daerah memiliki penduduk sebanyak 10.759 jiwa.

Dengan adanya Kecamatan Dolog Masagal maka secara otomatis luas wilayah Kecamatan Raya menjadi berkurang yakni Kecamatan Raya 261,56 KM² dan Kecamatan Dolok Pardamean menjadi 67,90 Km.

Bupati Simalungun JR Saragih mengatakan berdasarkan Peraturan Pemerintahan Nomor 19 tahun 2008 mengenai kecamatan, maka pemekaran kecamatan dilakukan guna memenuhi tuntutan perkembangan dan kemajuan di masa mendatang oleh karenanya diperlukan membentuk kecamatan yang baru.

"Dengan kehadiran Kecamatan baru ini dilakukan dalam rangka melakukan pendekatan pelayanan kepada masyarakat guna percepatan pembangunan Kecamatan dengan memperhatikan aspirasi masyarakat, luas wilayah, jumlah penduduk, jumlah Nagori atau Kelurahan serta volume kerja di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, maka kecamatan yang ada perlu dimekarkan," ucap Bupati Simalungun JR Saragih, Jumat (29/12/2017).

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help