Pererat Kerukunan, Tokoh Agama Dairi Lestarikan Pespakto 2017

Masyarakat mengaplikasikan kerukunan lewat acara Pesta Pakpak Toba (atau disingkat Pespakto) dua kali dalam setahun

Pererat Kerukunan, Tokoh Agama Dairi Lestarikan Pespakto 2017
Tribun Medan / Silfa
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.COM, SIDIKALANG - Kerukunan antar suku dan agama di Kabupaten Dairi telah terjalin sejak dulu.

Masyarakat mengaplikasikan kerukunan lewat acara Pesta Pakpak Toba (atau disingkat Pespakto) dua kali dalam setahun, yakni jelang Lebaran dan Tahun Baru.

Pespakto ini telah terbentuk sejak 20 Desember 2015 oleh tokoh adat dan agama.

Acara Pespakto ini diisi dengan kegiatan makan bersama seluruh lapisan masyarakat.

Ketua Pespakto 2017, Jusman Berampu mengungkapkan hal ini bertujuan untuk meningkatkan kerukunan dan saling menghargai seluruh masyarakat, terkhusus agama.

Baca: Telkom Tetap Siaga dalam Masa Natal 2017 dan Tahun Baru 2018

"Lewat Pespakto ini, kami ingin memberikan contoh kepada masyarakat kalau perbedaan itu sebenarnya indah," ujar Jusman Berampu di sela-sela kegiatan Pespakto yang diadakan di Desa Karing, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, Minggu (31/12/2017).

"Bersatu dalam mempertahankan eksistensi budaya lokal merupakan cara yang cukup efektif dalam menghadapi kemungkinan buruk yang mungkin saja sewaktu - waktu dapat mengancam keutuhan budaya lokal. Oleh karena itu, lewat Pespakto ini kami ingin menunjukkan akan keindahan dari keberagaman yang ada di sini," tambah Penasehat Pespakto, Riuh Berampu.

Pantauan Tribun Medan/tribun-medan.com, seluruh masyarakat dari berbagai latar agama dan suku sejak pagi hari bekerja sama memotong daging kerbau untuk dimasak.

Tampak juga para ibu yang mempersiapkan segala keperluan. Kegiatan ini diwarnai dengan candaan dan gelak tawa.

Seorang tokoh pemuda, Andreas Pasaribu bersama rekannya Riduan Napitupulu mengibaratkan Kabupaten Dairi layaknya Indonesia Mini. Pasalnya, seluruh masyarakat tetap menjunjung tinggi keharmonisan.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena telah mendukung perdamaian dan kerukunan di Indonesia. Harmoni dalam keberagaman yang ada di Desa Karing ini, tentunya akan melahirkan sebuah kedamaian," pungkasnya.(*)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help