Kopi Gayo Sang Primadona Ini Kisahnua Hingga Bisa Mendunia

Apakah anda sudah pernah minum Kopi Gayo? Tanaman yang sudah mendunia ini ternyata berasal dari desa kecil di Kabupaten Gayo Lues

Kopi Gayo Sang Primadona Ini Kisahnua Hingga Bisa Mendunia
Jumiati sedang menyortir kopi miliknya (tribun-medan/ Fatah Baginda Gorby) 

Kopi Gayo Sang Primadona Ini Kisahnua Hingga Bisa Mendunia

 Laporan Wartawan Tribun-Medan/ Fatah Baginda Gorby

 TRIBUN-MEDAN.com, GAYO LUES - Apakah anda sudah pernah minum Kopi Gayo? Tanaman yang sudah mendunia ini ternyata berasal dari desa kecil di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Daerah Istimewa Aceh.

 Kopi gayo yang sudah menjadi primadona, memiliki kisah tersendiri bagi Jumiati, salah seorang petani.

"Kami menanam jenis kopi arabika gayo, dengan proses penanaman selama satu tahun dan siap panen," ujarnya kepada tribun-medan.com, Senin (2/1/2018).

Warga Desa Agusen, Kabupaten Gayo Lues tersebut menjelaskan, sebagian besar penduduk desa bermata pencaharian petani kopi.

Ia menuturkan, berprofesi sebagai petani kopi telah menjadi tradisi keluarga secara turun temurun.

Kopi yang dihasilkan akan dikirim ke Medan, serta dipasarkan ke luar kota hingga luar negeri.

"Kalau saya, sekali panen tiga hingga empat ton. Bila panen nanti biasanya menghasilkan tiga hingga empat ton," katanya.

Terkait harga, menurut Jumiati kopi tersebut pada saat gabah dijual seharga Rp 31 ribu per bambunya.

Halaman
12
Tags
Minum Kopi
Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help